Puluhan Santri Dijemput Orang Tua Usai Dugaan Kekerasan Seksual Gegerkan Ponpes di Pekalongan

Terbongkarnya dugaan kasus kekerasan seksual di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Pekalongan memicu keresahan para orang tua santri.
PEKALONGAN, puskapik.com – Terbongkarnya dugaan kasus kekerasan seksual di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Pekalongan memicu keresahan para orang tua santri.
Puluhan santri di Padepokan Padang Ati, Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, dijemput orang tua mereka pada Rabu 27 Mei 2026 sore.
Di area pintu belakang padepokan, suasana tampak ramai dipenuhi para wali santri yang datang untuk membawa pulang anak-anak mereka.
Baca Juga: Polres Pekalongan Kota Buka Posko Aduan Dugaan Kekerasan Seksual Santriwati
Sebagian membawa tas dan perlengkapan pribadi santri untuk dipulangkan sementara ke rumah.
Penjemputan dilakukan setelah muncul dugaan tindak asusila yang menyeret pengasuh padepokan.
Para orang tua mengaku khawatir dan tidak ingin mengambil risiko terhadap keselamatan anak mereka.
Salah seorang wali santri inisal Is mengaku sengaja datang langsung ke pondok setelah mengetahui kabar yang beredar.
"Saya takut kalau anak saya tetap di sini. Untuk sementara saya bawa pulang dulu sampai situasinya jelas," ujar Is, salah satu orang tua santri.
Meski banyak santri yang dibawa pulang, sejumlah santriwati disebut memilih tetap bertahan di lingkungan pondok.
Sementara itu, polisi membuka Posko Pengaduan untuk menampung laporan masyarakat yang merasa menjadi korban ataupun memiliki informasi terkait kasus tersebut.
Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota AKP Setyanto mengatakan pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut.
"Kami membuka posko pengaduan untuk masyarakat yang merasa menjadi korban ataupun memiliki informasi terkait peristiwa ini agar segera melapor," kata AKP Setyanto.
Hingga Rabu sore, penyidik telah memeriksa enam saksi korban dan terlapor berinisial AKF.


