
Salsa Menangis di Danau Al-Kautsar, Dokkes Polres Pekalongan Gercep Temukan Orang Tua
Suasana liburan di Objek Wisata Danau Al-Kautsar sempat diwarnai kepanikan pada Jumat (2/1/2026). Seorang bocah perempuan berusia 6 tahun bernama Salsa ditemukan
PEKALONGAN, puskapik.com – Suasana liburan di Objek Wisata Danau Al-Kautsar sempat diwarnai kepanikan pada Jumat (2/1/2026). Seorang bocah perempuan berusia 6 tahun bernama Salsa ditemukan menangis tersedu-sedu setelah terpisah dari kedua orang tuanya di tengah kerumunan pengunjung.
Beruntung, kesiapsiagaan personel Subsatgas Dokkes Polres Pekalongan yang tengah berjaga di pos kesehatan berhasil mengakhiri drama pencarian tersebut. Hanya dalam waktu singkat, Salsa berhasil kembali ke pelukan ayah dan ibunya.
Peristiwa ini bermula saat Salsa yang tampak kebingungan berjalan menghampiri Pos Kesehatan Dokkes sambil menangis histeris. Petugas medis yang sedang berjaga langsung merangkul dan mencoba menenangkan bocah malang tersebut.
Baca Juga: Libur Tahun Baru, Ribuan Warga Padati Pantai Ujungnegoro Batang
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Salsa terlepas dari pengawasan saat orang tuanya sedang mengganti pakaian. Bocah kecil itu pun berjalan menjauh hingga kehilangan arah di area wisata yang cukup luas tersebut.
"Anak umur 6 tahun bernama Salsa ini menghampiri pos kesehatan dalam keadaan menangis. Ia mencari ayahnya, Pak Iwan, warga Desa Jetak Kidul, Kecamatan Wonopringgo. Katanya ia tertinggal saat orang tuanya sedang ganti baju," ujar salah satu personel Subsatgas Dokkes di lokasi, Jumat (2/1).
Melihat kondisi Salsa yang trauma, personel Subsatgas Dokkes melakukan tindakan pertama dengan memberikan air minum dan menenangkan sang anak agar berhenti menangis. Selanjutnya, petugas berkoordinasi dengan panitia pengelola Danau Al-Kautsar untuk menyiarkan informasi kehilangan anak melalui pengeras suara di seluruh penjuru objek wisata.
Baca Juga: Libur Tahun Baru, Disparpora Catat 120.252 Wisatawan di Batang
"Kami langsung berkoordinasi dengan bagian informasi untuk mengumumkan bahwa ada anak yang kehilangan orang tua di pos kesehatan. Kami minta bagi pengunjung yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera merapat," tambahnya.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Selang beberapa saat setelah pengumuman dikumandangkan, Pak Iwan datang dengan wajah pucat dan panik menuju pos kesehatan. Isak tangis haru pun pecah saat Salsa melihat ayahnya dan langsung menghambur ke pelukannya.
Petugas pun memberikan imbauan keras kepada orang tua agar lebih ekstra waspada dalam mengawasi buah hati, terutama di lokasi wisata yang ramai dan dekat dengan area perairan.
Kini, Salsa dan keluarganya telah kembali melanjutkan aktivitas liburan mereka dengan pengawasan yang lebih ketat, sementara petugas Dokkes kembali bersiaga memastikan keselamatan seluruh pengunjung di Danau Al-Kautsar. **


