Bukan Hasil Bumi, Warga Sukorejo Pemalang Adakan Grebeg Gunungan Kemeja

Ratusan warga antusias mengikuti Festival Grebeg 1000 Kemeja di Desa Sukorejo, Pemalang. Tradisi ini juga menampilkan UMKM, musik, seni tari, dan mendorong kunjungan wisata.
PEMALANG, puskapik.com – Ratusan warga antusias memadati lapangan Desa Sukorejo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Minggu 6 September 2026. Mereka berebut gunungan berisi kemeja dalam Festival Grebeg 1000 Kemeja yang digelar pemerintah desa setempat.
Tradisi tahunan tersebut menjadi salah satu agenda yang mampu menarik perhatian masyarakat. Warga dari berbagai wilayah datang untuk menyaksikan kemeriahan sekaligus mengikuti prosesi berebut gunungan kemeja.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pemalang yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Pemalang, Bagus Sutopo, mengapresiasi pelaksanaan Festival Grebeg 1000 Kemeja 2026. Menurutnya meski berada dalam lingkup desa, antusiasme masyarakat membuat festival berlangsung meriah.
Baca Juga: Cegah Risiko Berlipat, Ahmad Luthfi Pacu Tim Reaksi Cepat Jateng Lebih Sigap
Namun, ia meminta pelaksanaan kegiatan dievaluasi agar penyelenggaraan pada tahun berikutnya dapat dikembangkan menjadi lebih menarik.
Bagus Sutopo menilai promosi kegiatan tidak selalu membutuhkan anggaran besar. Perkembangan teknologi informasi, khususnya media sosial, dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Ia pun mengajak masyarakat yang hadir untuk ikut mempromosikan Festival Grebeg 1000 Kemeja melalui media sosial dengan menyiarkan secara langsung kegiatan yang berlangsung.
Baca Juga: Bupati Batang Targetkan UHC Pulih Oktober 2026, Warga Bisa Berobat Gratis Pakai KTP
Dalam kesempatan itu, Bagus juga mengaitkan festival tersebut dengan filosofi Jawa, Ajining diri ono ing lati, ajining rogo ono ing busono. Ungkapan tersebut memiliki makna bahwa harga diri seseorang tercermin dari ucapannya, sedangkan busana juga menjadi bagian yang mencerminkan diri seseorang.
Menurutnya, filosofi tersebut memiliki keterkaitan erat dengan masyarakat Desa Sukorejo yang dikenal memperhatikan urusan berpakaian serta memiliki banyak usaha di bidang busono, termasuk konveksi.
Ia berharap kegiatan serupa ke depan dapat dikolaborasikan dengan berbagai pihak sehingga penyelenggaraannya semakin meriah, sekaligus tetap berjalan tertib.
Festival Grebeg 1000 Kemeja tidak hanya menghadirkan tradisi berebut gunungan pakaian. Pengunjung juga disuguhi beragam produk UMKM lokal, hiburan musik, serta pertunjukan seni tari.
Sejumlah kesenian yang ditampilkan di antaranya Tari Asmara Putri Kirana dari Sanggar Antariksa, Desa Jatingarang, serta Tari Incling Janget dari Sanggar Zahra, Desa Kaliprau.
Kemeriahan festival juga memberikan dampak terhadap sektor pariwisata di Desa Sukorejo. Objek Wisata Mina Padi yang berada tidak jauh dari lokasi festival turut mengalami peningkatan jumlah pengunjung.
Salah satu pengelola Mina Padi, Frida, mengatakan jumlah wisatawan meningkat cukup signifikan selama pelaksanaan Festival Grebeg 1000 Kemeja.