Desa Cantik 2026 Diluncurkan, Pemalang Perkuat Pembangunan Berbasis Data

Pemkab Pemalang luncurkan program Desa Cantik 2026 untuk tingkatkan kualitas data desa. Tiga wilayah jadi percontohan guna dukung pembangunan berbasis data akurat.
PEMALANG, puskapik.com – Pengelolaan data yang akurat menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Pemalang dengan meluncurkan program Desa Cantik Tahun 2026 sebagai langkah strategis pembangunan berbasis data.
Pemerintah resmi meluncurkan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat kualitas data hingga level desa. Pencanangan digelar di Gedung Sasana Bhakti Praja Pemalang, Kamis 30 April 2026.
Peresmian program ditandai dengan penandatanganan komitmen serta penyerahan piagam oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro kepada tiga wilayah percontohan, yakni Desa Banjardawa, Desa Bulakan, dan Kelurahan Bojongbata.
Dalam sambutannya, Bupati Anom Widiyantoro menegaskan, peluncuran program Desa Cantik merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas data di tingkat desa.
Ia mengungkapkan, selama ini tantangan utama di Kabupaten Pemalang adalah belum optimalnya pemanfaatan data statistik dalam pengambilan keputusan.
“Data yang tidak akurat akan menghasilkan kebijakan yang keliru. Bahkan, memperbaiki kesalahan akibat data yang salah jauh lebih mahal dibandingkan menyusun data dengan benar sejak awal,” ujarnya.
Baca Juga: Pohon Tumbang di Karangdadap Pekalongan, Polisi Bergerak Cepat Amankan Akses Jalan
Bupati menekankan pentingnya peran pemerintah desa tidak hanya dalam menghasilkan data yang akurat, tetapi juga dalam mengolah dan memanfaatkannya sebagai dasar perencanaan pembangunan yang efektif dan tepat sasaran.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penyajian data yang informatif dan mudah dipahami masyarakat. Menurutnya, data tidak cukup disajikan dalam bentuk narasi, tetapi perlu dilengkapi dengan tabel maupun visualisasi agar lebih komunikatif.
Program Desa Cantik diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara Badan Pusat Statistik (BPS), pemerintah daerah, kecamatan, hingga desa dalam pengelolaan data, mulai dari tahap pengumpulan hingga pemanfaatannya dalam kebijakan pembangunan.
Bupati Anom Widiyantoro turut mengapresiasi perluasan cakupan program oleh BPS yang kini menjangkau 14 desa, mewakili seluruh kecamatan di Kabupaten Pemalang.
Harapannya ke depan program tersebut dapat diterapkan di seluruh desa dengan dukungan digitalisasi serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Anom Widiyantoro juga mengingatkan bahwa dinamika global yang berkembang pesat turut berdampak pada kondisi ekonomi daerah, sehingga diperlukan data yang akurat dan mutakhir agar kebijakan yang diambil tetap relevan.
Mengakhiri sambutannya, bupati mengajak seluruh pihak untuk bekerja dengan penuh semangat, keikhlasan, dan menjaga integritas dalam pengelolaan data demi kemajuan bersama.
Artikel Terkait

Fakta-fakta Dugaan Penculikan Anak di Pagergunung Pemalang, Ternyata Salah Paham

Jelang Hari Raya Idul Adha, Pemalang Intensifkan Cek Kesehatan Hewan Kurban

Prakiraan Cuaca Pemalang Rabu 20 Mei 2026, Siang Berawan Sore Berpotensi Hujan
