Jembatan Darurat Diharapkan Bisa Dilalui Motor dan Mobil

Wabup Pemalang Nurkholes cek jembatan Mendelem yang runtuh, jembatan darurat segera dibangun agar motor dan mobil bisa melintas.
PEMALANG, puskapik.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang, segera membangun jembatan darurat di Desa Mendelem, setelah jembatan penghubung antara Desa Semingkir dan Desa Wisnu tersebut runtuh akibat hujan ekstrem.
Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes memimpin langsung pengecekan kerusakan jembatan dan menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Namun, infrastruktur jembatan mengalami kerusakan parah.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Picu Kecelakaan Kapal Nelayan di Perairan Pemalang
Nurkholes, mengatakan, jembatan Mendelem runtuh pada Minggu (8/2) pukul 08.30 WIB, setelah sebelumnya tanah di sekitar jembatan bergeser akibat hujan ekstrem.
Jembatan tersebut telah ditutup selama tiga hari dan tidak dapat digunakan. Pihaknyal mengimbau warga untuk waspada dan berhati-hati, terutama di rumah-rumah yang berada di pinggiran tebing, karena cuaca ekstrem masih berlanjut.
Pemkab Pemalang juga akan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak, termasuk bantuan bangunan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan pihak lainnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemalang, Joko Asmoro, mengatakan, nantinya akan dibangun jembatan darurat dan diharapkan dapat selesai sebelum bulan puasa dan lebaran.
Jembatan darurat itu harapannya bisa dilalui sepeda motor dan mobil.
Jalan Semingkir-Majakerta juga mengalami pergerakan tanah dan kerusakan, sehingga akan diperbaiki untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.
"Kami dari pemerintah kecamatan, desa serta masyarakat mengambil solusi untuk membangun jembatan darurat, sebab jembatan Mendelem berbahaya apabila dilalui. Jembatan darurat ini diperuntukkan untuk pejalan kaki atau kendaraan roda dua, sedangkan mobil harus lewat jalur lainnya," ujar Camat Watukumpul, Arief Rachman Hakim, Minggu, 8 Februari 2026, dalam berita sebelumnya.
Ia mengatakan, dua Kepada desa yaitu Desa Wisnu dan Majakerja bersama puluhan warga bergerak cepat membuat jembatan darurat.
Jembatan tersebut panjangnya sekitar 10 meter dan lebar sekitar dua meter, dan cukup dilalui kendaraan roda dua.
Material jembatan menggunakan batang pohon pinus milik Perhutani yang sudah roboh dan rencananya ditutup pakai bambu agar lebih aman dan nyaman dilalui masyarakat.



