Legenda Desa Cawet Pemalang: Cawetku, Cawetmu, Cawet Kita

Minggu, 14 Desember 2025 | 15.42

PEMALANG, puskapik.com - Slogan Desa Cawet, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, cukup unik. Desa yang berdiri sejak 1825 ini, ternyata memiliki slogan ''Cawetku, Cawetmu, Cawet Kita...

PEMALANG, puskapik.com - Slogan Desa Cawet, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, cukup unik. Desa yang berdiri sejak 1825 ini, ternyata memiliki slogan ''Cawetku, Cawetmu, Cawet Kita''. Nama Desa Cawet juga unik, karena diambil dari kata celana dalam. Berdasarkan website resmi Desa Cawet, slogan Desa Cawet terpampang di depan Pendapa Desa Cawet. Desa Cawet yang memiliki luas 7.700 m2 itu, memiliki jumlah penduduk Desa Cawet sekitar 2.280 jiwa. Batas Desa Cawet sebelah utara Desa Medayu, sebelah timur Desa Bojongkoneng, sebelah Selatan Desa Tlagasana dan Cikadu, sebelah barat Desa Bodas dan Desa Cikadu. Saat ini, Desa Cawet dipimpin oleh Kepala Desa Cawet, Taufik Saleh SPd. Nama Desa Cawet diberikan oleh pemimpin Kabupaten Pemalang saat itu, Adipati Reksodiningrat Berikut ceritanya. Pada tahun 1825, saat Kabupaten Pemalang dipimpin oleh Adipati Reksodiningrat atau yang lebih dikenal dengan nama Kanjeng Potang, terjadi sebuah peristiwa yang menjadi awal mula penamaan Desa Cawet. Kala itu, Kanjeng Potang tengah berkeliling wilayah Pemalang untuk mengamati kondisi daerah-daerah yang dipimpinnya. Dalam perjalanannya, ia tiba di sebuah kawasan yang kini dikenal sebagai Desa Cawet. Di daerah tersebut, Kanjeng Potang bertemu dengan sekelompok petani yang sedang bekerja di sawah. Dengan rasa ingin tahu, ia bertanya kepada mereka, siapa yang menjadi pemimpin di daerah itu. Salah satu petani kemudian menunjuk seorang pria yang saat itu menggunakan kain lancingan atau cawing sebagai penutup bagian vital tubuhnya, dengan tali sebagai ikat pinggang. Melihat hal tersebut, Kanjeng Potang langsung memutuskan untuk menunjuk pria tersebut sebagai kepala desa pertama. Ia diberi julukan "Cawing Tali," yang kemudian menjadi inspirasi untuk penamaan kawasan tersebut sebagai Desa Cawet. Nama "Cawet" berasal dari kata "Cawing," yang berarti penutup bagian vital tubuh, dan "Tali," yang merujuk pada ikat pinggang. Namun, ada versi lain yang menyebutkan bahwa kata "Cawet" berasal dari dua kata dalam bahasa Sunda, yaitu "cawing," yang berarti air, dan "awet," yang bermakna mengalir tanpa akhir. Hal ini merujuk pada keberadaan sumber air di desa tersebut yang konon tidak pernah kering dan terus mengalir. Selain itu, Desa Cawet juga memiliki sejarah keagamaan yang kuat. Disebutkan bahwa sosok Cawing Tali, yang dikenal pula dengan nama Mbah Cawing, adalah salah satu dari lima sesepuh Desa Cawet yang berperan sebagai penyebar agama Islam di daerah tersebut. Keempat sesepuh lainnya adalah Mbah Sula, Mbah Wasit, Mbah Tarwin, dan Mbah Sibu. Kelima tokoh ini dihormati hingga kini sebagai bagian dari sejarah penting Desa Cawet. **

Artikel Terkait