Pasang Bendera Hitam, Nelayan Pemalang Tidak Melaut

Syahbandar, Polisi Air, dan TNI AL memasang bendera hitam di muara sungai Pemalang sebagai tanda bahaya cuaca ekstrem di Laut Jawa Jateng aman
PEMALANG, puskapik.com - Cuaca buruk seperti gelombang tinggi, hujan dan angin kencang yang terjadi di Laut Jawa menjadikan sebagian besar nelayan di Kabupaten Pemalang tidak melaut.
Kondisi tersebut sudah terjadi sejak satu minggu terakhir, tetap cuaca tambah parah terjadi dua hari terakhir dan diperkirakan hingga satu minggu kedepan.
“Saat ini kondisi cuaca sedang tidak bersahabat, sebab terjadi gelombang tinggi, dan angin kencang. Bahkan dari Syahbandar, Polisi Air, TNI AL memasang bendera hitam di muara sungai sebagai tanda bahaya,” ujar Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pemalang, Abul Hasan, Sabtu (24/1).
Baca Juga: BREAKING NEWS : Satu Warga Tewas Dalam Insiden Banjir Bandang di Pemalang
Ia mengatakan, dua hari ini nelayan di Tanjungsari, Pemalang dan Asemdoyong, Kecamatan Taman tidak ada yang melaut.
Hal itu disebabkan kondisi laut ekstrem, sehingga para nelayan tidak berani melaut, karena bisa membahayakan keselamatan mereka.
Pihaknya menghimbau apabila ada nelayan yang di laut segera mencari tempat terdekat untuk masuk, apabila terjadi cuaca ekstrem.
Baca Juga: Banjir Material dari Gunung Slamet, Warga di Bantaran Kali Penakir Pemalang Diungsikan
Untuk nelayan yang masih di darat untuk mengurungkan keberangkatan sampai cuaca mereda sesuai perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Berdasarkan data yang diterima, ada sekitar 500 kapal di Tanjungsari, 300 kapal di Asemdoyong, Mojo dan Ketapang masing masing 100 kapal yang tidak melaut.
"Saya menghimbau pada para nelayan agar untuk sementara tidak melaut dulu, sebab kondisi cuaca tidak menentu dan berbahaya bagi keselamatan mereka. Dengan kondisi saat ini, ratusan kapal nelayan baik di Tanjungsari, Asemdoyong, Mojo, dan Ketapang, tidak melaut, menunggu cuaca membaik," tandasnya
Dia mengatakan, kondisi cuaca yang terjadi di laut sangat berpengaruh terhadap aktifitas nelayan sehingga berdampak pada penjualan solar bersubsidi.
SPDN Tanjungsari hanya melayani untuk para nelayan di TPI Tanjungsari, sehingga kuota nya disesuaikan dengan kebutuhan.
Apabila mereka tidak melaut, otomatis penjualan solar anjlok, sebab tidak ada nelayan yang membeli solar.
Kondisi sangat ekstrem sehingga ada himbauan dari otoritas kelautan Syahbandar mengibarkan bendera hitam sebagai tanda bahaya apabila melaut.



