Pemulihan Pasca Banjir Bandang Pulosari, Damkar Pemalang Fokus Bersihkan Jalan

Damkar Pemalang bersihkan lumpur pasca banjir bandang di Pulosari, pastikan jalan & fasilitas aman agar warga bisa beraktivitas normal.
PEMALANG, puskapik.com – Upaya pemulihan pasca bencana banjir bandang di Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang terus dilakukan, salah satunya dengan pembersihan material lumpur oleh Pemadam Kebakaran (Damkar).
Kepala Satpol PP Damkar Kabupaten Pemalang, Achmad Hidayat, mengatakan, pasca bencana banjir bandang pada Sabtu lalu, pihaknya langsung menerjunkan personel Damkar untuk membersihkan jalanan dari lumpur.
"Kita terjunkan petugas dari Pos Randudongkal dan Belik untuk bersihkan material lumpur di jalan yang membahayakan," kata Achmad Hidayat, Kamis 29 Januari 2026.
Achmad Hidayat menyebut, pembersihan dilakukan secara menyeluruh dengan menyisir seluruh wilayah terdampak banjir bandang.
"Kita sisir semua wilayah terdampak, dari Desa Penakir Kecamatan Pulosari sampai Desa Sima Kecamatan Moga." imbuhnya.
Dalam kegiatan pembersihan tersebut, Damkar Pemalang menerjunkan dua unit kendaraan khusus pemadam kebakaran. Pembersihan tidak hanya difokuskan pada jalan raya, permukiman warga.
"Kita menyasar seluruh fasilitas umum seperti jalan raya, rumah ibadah, sampai rumah warga." terang Achmad Hidayat.
Upaya itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas udara serta menjamin keselamatan pengguna jalan, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal pasca bencana.
"Ini sebagai bentuk sinergitas, kolaborasi , kepedulian dan kehadiran kami (pemerintah) terhadap pemulihan wilayah terdampak bencana." ujar Achmad Hidayat.
Penanganan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir bandang di Kabupaten Pemalang.
Seperti diketahui, banjir bandang menerjang lima desa di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah pada Jumat malam, 23 Januari 2026.
Banjir bandang yang membawa material bebatuan dan kayu dari kawasan hutan Gunung Slamet tersebut menghantam permukiman warga dan menyebabkan kerusakan yang cukup parah.
Pasca kejadian, dilaporkan sebanyak 10 rumah warga hilang tersapu banjir bandang, empat unit mobil hanyut, serta satu warga Desa Penakir Kecamatan Pulosari meninggal dunia.
Kini sebanyak 630 warga terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi aman, di antaranya Kantor Kecamatan Pulosari, Gedung NU, serta beberapa masjid dan madrasah di wilayah sekitar. **



