Produktivitas Padi di Pemalang Membaik, Tapi Dibayangi Penyusutan Lahan Sawah

Jumat, 4 September 2026 | 20.00
Plt. Bupati Pemalang Nurkholes, saat menghadiri panen raya padi bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi di Desa Kedungbanjar Kabupaten Pemalang, Kamis 3 September 2026.
Plt. Bupati Pemalang Nurkholes, saat menghadiri panen raya padi bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi di Desa Kedungbanjar Kabupaten Pemalang, Kamis 3 September 2026.

Produktivitas padi Pemalang 2026 mencapai 5,33 ton per hektare dengan produksi beras 168.335 ton. Namun, luas lahan sawah terus menyusut.

PEMALANG, puskapik.com – Produktivitas padi di Kabupaten Pemalang menunjukkan tren positif pada 2026. Pemerintah mencatat produktivitas padi periode Januari-September 2026 mencapai sekitar 5,33 ton gabah kering per hektare, dengan produksi beras mencapai 168.335 ton.

Hal itu diungkapkan Plt. Bupati Pemalang Nurkholes, saat menghadiri panen raya padi bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Kamis 3 September 2026.

Ia menyampaikan, dengan luas wilayah sekitar 1.115 kilometer persegi, Kabupaten Pemalang memiliki sejumlah komoditas unggulan, antara lain padi, jagung, nanas, mangga, kentang, dan melati.

Baca Juga: Puing yang Timpa Rumah Dibersihkan, Sisa Gedung Hogwan Bumiayu Masih Bikin Khawatir

Khusus komoditas padi, berdasarkan Kerangka Sampel Area (KSA) BPS, pada 2024 Pemalang mencatat produksi gabah sebesar 421.329 ton, produksi beras 242.289 ton, dengan produktivitas mencapai 5,71 ton per hektare.

Pada 2025, terjadi penurunan luas panen dan produktivitas yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk perubahan iklim. Namun, pada 2026 kondisi mulai menunjukkan perkembangan positif.

Untuk periode Januari–September 2026, produktivitas tercatat sekitar 5,33 ton gabah kering per hektare dengan produksi beras mencapai 168.335 ton. Tahun ini Pemalang juga menargetkan peningkatan luas tanam, luas panen, produksi gabah kering giling, dan produktivitas padi.

Baca Juga: Miliki Karakter Unik, Tembakau Tegal Dilirik PT Djarum untuk Blend Khusus

“Khusus di Desa Kedungbanjar terdapat sekitar 417 hektare lahan padi yang dikelola oleh lima kelompok tani." kata Nurkholes.

"Pada kesempatan ini kita melaksanakan panen di lahan Kelompok Tani Utama Lima seluas 45 hektare, dengan prognosa produktivitas rata-rata mencapai 7,2 ton gabah kering panen per hektare,” sambungnya.

Ia menambahkan, kondisi harga gabah saat ini juga cukup baik, yakni berada pada kisaran Rp. 7.500 hingga Rp. 8.500 per kilogram, di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering sebesar Rp. 6.500 per kilogram.

Meski demikian, Pemalang masih menghadapi tantangan berupa berkurangnya luas lahan sawah. Berdasarkan data yang disampaikan, luas sawah pada 2024 tercatat sekitar 34.181 hektare dan pada 2025 menurun menjadi sekitar 32.733 hektare.

Baca Juga: Pemimpin Cabang Bri BO Tegal Sambut dan Layani Nasabah Secara Langsung

Karena itu, selain meningkatkan produktivitas, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu menjaga lahan pertanian yang ada, memperkuat jaringan irigasi, memperluas penggunaan teknologi, serta meningkatkan efisiensi usaha tani.

Nurkholes juga melaporkan, pada 2026 Kabupaten Pemalang memperoleh bantuan benih padi dan jagung serta berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan), seperti pompa air, traktor, cultivator, dan power sprayer.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait