Tidak Semua Korban Kebakaran Pasar Pagi Pemalang Dapat Bantuan, Ini Alasannya

Pemalang jelaskan hanya 59 pedagang korban kebakaran Pasar Pagi dapat bantuan karena memenuhi kriteria aktif dan bayar retribusi rutin.
PEMALANG, puskapik.com – Pemerintah Kabupaten Pemalang buka suara terkait penyaluran bantuan pedagang korban kebakaran Pasar Pagi Pemalang yang belakangan dipersoalkan sejumlah pedagang.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Dan Perdagangan Pemalang, Rosi Kartika Dewi, mengungkapkan, total ada 59 pedagang yang mendapat bantuan dari pemerintah.
Diskumdag Pemalang sendiri mencatat secara keseluruhan ada 103 los dan kios 17 di kompleks kios pakaian di Pasar Pagi Pemalang yang mengalami kebakaran hebat itu.
Baca Juga: Merasa Tersisihkan, Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pagi Ngadu ke DPRD Pemalang
Pemerintah Kabupaten Pemalang memberi bantuan santunan dengan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) kepada 59 pedagang lantaran mereka memenuhi sejumlah kriteria yang telah ditentukan.
"Ada 59 pedagang yang dianggap aktif dengan kriteria mempunyai KLTL, kemudian juga dari sisi kewajiban pembayaran retribusi," terangnya dalam audiensi di Gedung DPRD Pemalang, Senin 12 Januari 2026.
"Jadi kita juga punya sistem monitoring E-retribusinya, jadi ternyata hanya 59 pedagang itu yang rutin memenuhi kewajibannya." imbuhnya.
Menyoal permohonan adanya bantuan itu, Rosi Kartika Dewi menegaskan, bakal mempertimbangkan ulang dan membicarakan hal itu kepada bupati terlebih dahulu.
Baca Juga: Virus Super Flu Belum Jangkiti Warga Batang
"Ini tentu kita tampung dulu, karena apapun kita laporkan lagi, entah itu ke Pak Sekda atau Pak Bupati." jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah pedagang korban kebakaran kios pakaian Pasar Pagi Pemalang mengadu ke DPRD lantaran tidak mendapat bantuan dari pemerintah seperti pedagang lainnya.
Para pedagang korban kebakaran kios pakaian Pasar Pagi Pemalang itu pun beraudiensi di Gedung DPRD Pemalang bersama pimpinan dan komisi C DPRD Pemalang, Senin 12 Januari 2026.
Audiensi yang dipimpin dan dimoderatori oleh Wakil Ketua III DPRD Pemalang, Aris Ismail itu juga dihadiri Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Dan Perdagangan (Diskumdag) Pemalang.
Perwakilan Pedagang, Fajari, mengungkapkan, ia bersama sebagian pedagang lainnya di kompleks kios pakaian Pasar Pagi Pemalang merasa tersisihkan lantaran tak mendapat bantuan.
Padahal, Fajari bersama beberapa pedagang kaki lima lainnya turut menjadi korban dalam insiden kebakaran yang terjadi pada Selasa malam 23 Desember 2025 itu.



