Wabup Targetkan 140 Dapur SPPG di Pemalang Dapat Beroperasi Pertengahan 2026

Selasa, 13 Januari 2026 | 20.43
Wakil Bupati Pemalang yang juga selaku Ketua Satgas MBG, Nurkholes meresmikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Susukan, Kecamatan Comal, kemarin.
Wakil Bupati Pemalang yang juga selaku Ketua Satgas MBG, Nurkholes meresmikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Susukan, Kecamatan Comal, kemarin.

Pemkab Pemalang targetkan 140 dapur SPPG beroperasi pertengahan 2026, dukung MBG, gizi anak sekolah, sekaligus gerakkan ekonomi lokal.

PEMALANG, puskapik.com - Wakil Bupati Pemalang yang juga selaku Ketua Satgas MBG, Nurkholes, menargetkan dapur SPPG yang berjumlah sekitar 140 unit, segera beroperasi tahun ini.

Dapur SPPG itu diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, tidak hanya sebagai penyedia makanan bergizi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan ekonomi lokal.

"Jadi, lebih cepat dapur ini ada, lebih cepat pula penerima manfaat merasakannya. Target tersebut akan dikejar pada pertengahan tahun 2026 ini, agar semuanya bisa beroperasi sengga program tersebut bisa berjalan lancar," ujar Nurkholes, saat meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Susukan, Kecamatan Comal, kemarin.

Dia mengatakan, dapur SPPG ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, tidak hanya sebagai penyedia makanan bergizi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan ekonomi lokal.

Program MBG dirancang dengan sistem rantai pasok berbasis lokal agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pihaknya menilai program MBG tidak hanya menyehatkan anak-anak sekolah, tetapi juga menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar.

Petani, peternak, dan pedagang ikut bergerak. Selain itu, dapur SPPG (Satuan Penyedia Pangan Gizi) yang tersebar di berbagai kecamatan juga memprioritaskan penggunaan bahan baku dari produk lokal.

Dengan begitu, kegiatan ekonomi di tingkat desa menjadi lebih hidup dan berkelanjutan.

Salah satu pedagang sayur di Kecamatan Comal mengaku merasakan peningkatan permintaan sejak adanya MBG.

Mereka mengaku setiap hari ada pesanan dari dapur SPPG. Sayur dan bahan lain jadi cepat laku, penghasilan juga lebih pasti.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pemalang berkomitmen terus memperluas jangkauan program MBG agar manfaatnya semakin meluas, tidak hanya untuk anak-anak sekolah, tetapi juga untuk kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Dengan pendekatan terpadu ini, program MBG menjadi bukti nyata bahwa kebijakan sosial dapat menjadi penggerak ekonomi lokal yang berdaya guna dan berkelanjutan.

Pihaknya berpesan kepada para juru masak di dapur SPPG MBG agar memasak dengan penuh ketulusan, seolah-olah memasak untuk anak mereka sendiri. **

Artikel Terkait