Wamensos Agus Jabo: Pelatihan Pemintalan Pelepah Pisang di Pemalang Dorong Kelompok Rentan Lebih Mandiri

Selasa, 18 November 2025 | 04.07 WIB
puskapik

PEMALANG, puskapik.com – Pelatihan pemintalan pelepah pisang di Pemalang mendapat perhatian Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono. Menurut Agus Jabo, program ini langkah strategis mendoron...

PEMALANG, puskapik.com – Pelatihan pemintalan pelepah pisang di Pemalang mendapat perhatian Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono. Menurut Agus Jabo, program ini langkah strategis mendorong kelompok rentan menjadi lebih mandiri dan produktif. Hal itu disampaikan Agus Jabo Priyono saat meninjau langsung Pelatihan Pemintalan Pelepah Pisang untuk kelompok rentan di Balai Desa Bojongnangka, Kecamatan Pemalang, Senin 17 November 2025. Dalam kunjungan itu, Agus Jabo menilai pelatihan yang bekerja sama dengan Hangesti Handycraft menjadi contoh konkret bagaimana pemberdayaan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi warga. “Hangesti Handycraft yang melakukan pelatihan selama tiga hari, supaya mereka bisa mandiri, tidak tergantung terus dengan bantuan-bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah,” ujarnya. Lewat pelatihan itu, peserta menghasilkan tali dari pelepah pisang yang menjadi bahan baku produk kerajinan seperti keranjang ramah lingkungan. Produk ini bahkan sudah menembus pasar ekspor. “Keranjang yang ramah lingkungan yang kemudian akan diekspor ke Amerika. Kemarin kita sudah melakukan ekspor. Ini kita akan terus mengembangkan,” jelas Agus Jabo. Ia menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat menjadi strategi nasional yang tengah dipacu sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dimana targetnya kemiskinan ekstrem 0 persen pada 2026 dan tingkat kemiskinan nasional turun di bawah 5 persen pada 2029. Kemensos menargetkan 350 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dapat tergraduasi menjadi mandiri pada 2026. Masyarakat harus mampu meningkatkan produktivitas agar memiliki pendapatan yang stabil. “Berdaya itu masyarakat bisa produktif, mandiri, dan masyarakat punya penghasilan sendiri, sehingga mereka tergraduasi dan kemudian menjadi keluarga yang sejahtera, keluarga yang makmur." jelas Agus Jabo. "(Jadi) keluarga yang bisa gemuyu (tersenyum) seperti yang diperintahkan oleh Pak Presiden,” imbuhnya. Kemensos berencana memperluas model pemberdayaan ini ke wilayah-wilayah prioritas berdasarkan Data Tunggal Ekonomi Sosial Nasional (DTSEN). “Dari DTSEN ini, kita mengetahui di mana alamat saudara-saudara kita yang kurang mampu. Ternyata terbanyak di Jawa Timur, yang kedua di Jawa Barat, yang ketiga di Jawa Tengah." papar Agus Jabo. Agus Jabo Priyono menegaskan, saat ini program-program Kemensos RI menyasar ke daerah miskin yang ada di tiga provinsi tersebut. Di Jawa Tengah sendiri, ada 9 desa yang menjadi percontohan. Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Mira Riyati Kurniasih, menambahkan, pelatihan di Pemalang diikuti 100 peserta dari KPM Sembako dan PKH, dengan fasilitas produksi yang disediakan Kemensos secara gratis. Mereka yang telah mahir akan disalurkan ke pelatihan lanjutan. “Saat ini dari off-taker kami, baik itu dari Hangesti maupun Murakabi sangat membutuhkan tali pelepah pisang ini." ungkapnya. Menurutnya, tali pintalan pelepah pisang ini menjadi peluang yang sangat besar bagi para KPM itu sendiri. Bahkan, pihak Hangesti siap membeli 3 sampai 10 ton pintalan pelepah pisang.***
Penulis: Redaksi Puskapik Editor: Admin Puskapik
Bagikan:

Artikel Terkait