Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar dan Potret Pendidikan Kita

Jumat, 15 Mei 2026 | 15.10
Muhamad Dhofier
Muhamad Dhofier

Peristiwa kesalahan Juri dalam Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar yang sedang ramai di media sosial merupakan fenomena yang menggambarkan banyak arti melalui beragam sudut pandang.

Oleh : Muhamad Dhofier

Pengelola Sanggar Pendidikan SKI NUFA, Tegal

puskapik.com - Peristiwa kesalahan Juri dalam Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar yang sedang ramai di media sosial merupakan fenomena yang menggambarkan banyak arti melalui beragam sudut pandang.

Dengan kaca mata pendidikan, kejadian itu menunjukkan kesan bahwa tujuan pendidikan kita levelnya memang sebatas capaian lomba-lomba.

Piala dan piagam penghargaan masih dianggap salah satu tolok ukur sebuah sekolah dianggap berprestasi.

Baca Juga: Jatah Solar Bersubsidi Nelayan Tanjungsari Pemalang 240 Kilo liter perbulan

Saking pentingnya, sekolah membuat lemari khusus piala yang dipajang di lorong-lorong atau selasar antar kelas. Ada pula yang memajangnya tepat setelah gerbang utama masuk sekolah.

Boleh dibilang, sekolah memang berburu piala dan penghargaan dari lomba-lomba itu dengan membabi buta.

Demi mendapatkan penghargaan itu, anak-anak dipilih secara ketat oleh guru-guru sesuai mata lomba yang harus diikuti.

Dulu, waktu saya masih mengajar di sekolah formal sebagai guru Matematika, saya menawarkan ke kelas-kelas siapa yang mau ikut lomba Matematika.

Siapa saja boleh mengajukan diri, saya tidak melihat satu-dua siswa yang nilai Matematika selalu bagus. Cara saya yang begitu malah dianggap aneh.

Ya, kompetisi yang diselenggarakan oleh lembaga manapun, baik resmi dari dinas pendidikan atau bukan, adalah ajang bagi satu-dua siswa yang diunggulkan gurunya di kelas.

Kompetisi itu tidak ditawarkan secara suka rela kepada siapa pun murid yang ingin menjadi peserta lomba.

Baca Juga: Bendung Cipero Tegal Diperbaiki, Petani Minta Kisdam Ditinggikan, Saluran Induk Dinormalisasi

Khusus untuk lomba cerdas cermat yang sedang viral, dalam konteks pembelajaran, hanya sedikit hal positif yang substansial penting untuk kapasitas anak murid, baik skill berpikir maupun keterampilan.

Halaman 1 dari 4

Artikel Terkait