Bendung Cipero Tegal Diperbaiki, Petani Minta Kisdam Ditinggikan, Saluran Induk Dinormalisasi

Jumat, 15 Mei 2026 | 14.20
Bupati Tegal, H Ischak Maulana Rohman bersama wakilnya, Ahmad Kholid kunjungi Bendung Cipero di Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Selasa 12 Mei 2026.
Bupati Tegal, H Ischak Maulana Rohman bersama wakilnya, Ahmad Kholid kunjungi Bendung Cipero di Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Selasa 12 Mei 2026.

Perbaikan Bendung Cipero Tegal selesai, namun petani minta kisdam ditinggikan dan saluran induk dinormalisasi agar air irigasi lancar ke lahan pertanian.

SLAWI, puskapik.com - Perbaikan darurat Bendung Cipero di Sungai Rambut, wilayah Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, telah dilakukan. Namun, petani meminta kisdam bendungan ditinggikan dan saluran induk dinormalisasi agar air bisa lancar mengalir ke lahan pertanian.

"Kisdam kurang tinggi, sehingga tidak mampu menampung air. Perlu penambahan material bendungan agar bendungan lebih tinggi," kata Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) DI Rambut, Masroni, Jumat, 15 Mei 2026.

Ia mengatakan, perbaikan darurat Bendung Cipero telah berhasil menutup bendungan yang ambrol akibat diterjang banjir.

Baca Juga: DPRD Desak Bongkar Dalang Kasus Absensi Fiktif ASN di Brebes

Pada Selasa, 12 Mei 2026, saluran induk telah teraliri air dari Bendung Cipero. Namun demikian, derasnya air Sungai Rambut membuat bendungan tidak mampu menampung sehingga air luber di atas bendungan.

"Tinggi bendungan seharusnya sama dengan mercu bendungan, sehingga air bisa lancar mengalir ke saluran induk," ujarnya.

Ia menegaskan, saluran induk juga membutuhkan normalisasi agar aliran air ke lahan pertanian menjadi lancar.

Baca Juga: Penumpang KA Pekalongan Naik 36,26 Persen Saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus

Sementara itu, petani di Desa Gembongdadi, Jatibogor, Karangmulya, dan Sidoharjo mengambil air dari saluran Sungai Cacaban dengan menggunakan pompa air. Sedangkan Desa Warureja, Sulalila, Kendayakan, dan Banjaragung mengambil air dari Sungai Rambut.

"Untuk desa lainnya di Warureja mendapatkan air dari Bendung Cipero," ujarnya.

Masroni menuturkan, sesuai informasi dari BBWS Pemali Juana, Bendung Cipero akan direhabilitasi pada tahun 2027 mendatang. Rehabilitasi meliputi bendungan, pintu air, serta saluran primer, sekunder, dan tersier.

"Semua akan direhab total pada tahun 2027," ujarnya.

Baca Juga: Pengendara Motor Tewas di Jalur Pantura Tanjung Brebes

Sementara itu, Bupati Tegal, H Ischak Maulana Rohman, didampingi wakilnya, Ahmad Kholid, mengunjungi Bendung Cipero di Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Selasa (12/5). Perbaikan darurat yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana telah berhasil mengalirkan air ke lahan pertanian di wilayah Warureja dan sekitarnya.

"Kami melihat langsung proses perbaikan Bendung Cipero. Alhamdulillah, perbaikan sudah selesai," kata Bupati Ischak didampingi Kepala DPUPR Kabupaten Tegal, Teguh Dwijanto R, dan sejumlah pejabat lainnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait