MUI Kabupaten Tegal Prihatin Tingginya Angka Penderita HIV/ AIDS

Kamis, 4 Juni 2026 | 13.30
Ketua MUI Kabupaten Tegal, KH Tubagus Fahmi memberikan pembinaan kepada masyarakat, beberapa waktu lalu. (Guntur)
Ketua MUI Kabupaten Tegal, KH Tubagus Fahmi memberikan pembinaan kepada masyarakat, beberapa waktu lalu. (Guntur)

MUI Kabupaten Tegal prihatin atas 1.062 kasus HIV/AIDS. MUI meminta Pemkab Tegal memperkuat pengobatan, pencegahan, pembinaan, dan edukasi masyarakat.

SLAWI, puskapik.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tegal prihatin dengan tingginya angka penderita HIV/ AIDS di Kabupaten Tegal. MUI meminta Pemkab Tegal untuk serius menangani kasus tersebut.

"MUI Kabupaten Tegal prihatin dengan temuan Dinkes Kabupaten Tegal 1.062 warga Tegal yang terkena HIV/ AIDS," kata Ketua MUI Kabupaten Tegal, KH Tubagus Fahmi, Kamis 4 Juni 2026.

Dikatakan, Kabupaten Tegal yang masyarakatnya dikenal agamis, ternyata berkembang komunitas gay atau Lelaki Seks Lelaki (LSL). Komunitas ini dinilai anggotanya cukup besar yang mengkhawatirkan terus berkembang pesat.

Baca Juga: Dinas Perikanan Brebes Beri Pelatihan Budidaya Ikan Dukung Ketahanan Pangan

"Untuk itu, MUI meminta secepatnya pemerintah daerah secara serius mengobati yang sudah terinfeksi HIV," harap KH Tubagus.

Menurut dia, tidak hanya mengobati yang sudah terinveksi HIV, tapi juga melakukan upaya pencegahan penyebarannya.

Hal itu dibutuhkan data yang akurat untuk pusat komunitas gay di Kabupaten Tegal. Mereka harus diberikan pembinaan agar bisa kembali kejalan yang benar.

Baca Juga: 8 Atlet Panahan Junior Banyumas Lolos Kejurnas 2026 di Kudus

"Pembinaan harus dilakukan di pusat komunitas gay agar mereka bisa kembali kejalan lurus," ujarnya.

MUI Kabupaten Tegal juga berharap Pemkab Tegal menggandeng kerja sama dengan ormas islam, ormas kepemudaan, lembaga pendidikan, dan Kemenag untuk mengadakan pembinaan supaya prilaku penyimpangan sex bisa di cegah lebih awal sejak usia pelajar.

MUI Kabupaten Tegal juga meminta kepada kepada orangtua untuk meningkatkan pengawasan kepada anak-anaknya alam pergaulan sehari-hari.

"Dalam waktu dekat, MUI juga akan audiensi dengan Bupati Tegal untuk membahas persoalan ini," kata KH Tubagus.

"MUI berprinsip al ulama yanzhuruuna ilal ummat bil ayni rrahmah. Artinya, melihat umat dengan pandangan kasih sayang. Mereka jangan kita pinggirkan dan di jauhi, tapi mereka kita bina, kita bimbing dan kita ajak kembali ke jalan yang benar," pungkasnya.

Artikel Terkait