Dinas Perikanan Brebes Beri Pelatihan Budidaya Ikan Dukung Ketahanan Pangan

Kamis, 4 Juni 2026 | 13.11
Kepala Dinas Perikanan Brebes meyerahkan bantuan terpal untuk kolam ikan lele usai pelatihan.
Kepala Dinas Perikanan Brebes meyerahkan bantuan terpal untuk kolam ikan lele usai pelatihan.

Dinas Perikanan Brebes menggelar pelatihan budidaya lele di Bantarkawung untuk mendukung ketahanan pangan serta menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis.

BREBES, puskapik.com - Dinas Perikanan Kabupaten Brebes memberikan Pelatihan Budidaya Ikan Lele kepasa masyarakat, Kamis (4/6/2026), di Aula Kantor Kecamatan Bantarkawung.

Langkah itu sebagai wujud nyata untuk mendukung program Ketahanan Pangan dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

​Acara itu dibuka Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Brebes, Eko Supriyanto. Di hadiri langsung Anggota Komisi 2 DPRD Kabupaten Brebes, Sudono.

Baca Juga: 8 Atlet Panahan Junior Banyumas Lolos Kejurnas 2026 di Kudus

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Brebes, Eko Supriyanto menegaskan, pelatihan ini tidak hanya difokuskan pada penguatan program ketahanan pangan daerah.

Melainkan juga sebagai langkah nyata dalam mendukung pemenuhan kebutuhan protein ikan hewani dalam menyukseskan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

​"Kami tidak hanya memberikan bantuan bibit dan sarana produksi secara fisik, tetapi juga membekali para penerima manfaat dengan pengetahuan teknis yang komprehensif. Melalui optimalisasi budidaya lele ini, pasokan komoditas perikanan lokal diharapkan melimpah. Sehingga siap menyokong pemenuhan gizi protein bagi anak-anak sekolah dan masyarakat dalam skema Program MBG," jelasnya.

Baca Juga: 23 Rumah Terdampak Banjir, Pemdes Dukuhturi Brebes Usulkan Bronjong di Musrenbang dan Bankeu Provinsi

​Sementara anggota Komisi 2 DPRD Kabupaten Brebes, Sudono mengatakan, pihaknya mengapresiasi terhadap langkah integratif Dinas Perikanan yang menyelaraskan program daerah dengan kebijakan strategis nasional.

Pihak legislatif berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan anggaran yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan peningkatan gizi secara paralel.

Pihaknya berpesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan momentum ini untuk menyerap ilmu budidaya secara maksimal.

Sehingga komoditas yang dihasilkan memenuhi standar mutu pemenuhan pangan nasional.

Artikel Terkait