Jatah Solar Bersubsidi Nelayan Tanjungsari Pemalang 240 Kilo liter perbulan

Jumat, 15 Mei 2026 | 14.35
 Nelayan di TPI Tanjungsari, Kabupaten Pemalang sedang mengangkat jirigen solar untuk kapal mereka.
Nelayan di TPI Tanjungsari, Kabupaten Pemalang sedang mengangkat jirigen solar untuk kapal mereka.

Stok solar bersubsidi nelayan di TPI Tanjungsari Pemalang masih aman dan stabil. Aktivitas melaut meningkat, meski terkendala pendangkalan muara sungai.

PEMALANG, puskapik.com - Alokasi solar bersubsidi untuk masyarakat Nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjungsari, Kabupaten Pemalang hingga sekarang masih aman.

Jatah solar bersubsidi untuk para nelayan di TPI Tanjungsari yaitu sekitar 240 Kilo liter (Kl) per bulannya, dan alokasi tersebut masih sama sejak awal tahun hingga sekarang.

"Meskipun ada gejolak harga minya dunia akibat perang antara Amerika dengan Iran, yang menyebabkan harga naik, tetapi untuk sementara ini tidak berdampak pada alokasi solar untuk nelayan. Alokasi dan harga solar bersubsidi hingga sekarang masih aman dan stabil berbeda dengan jenis solar yang digunakan kendaraan mewah mengalami kenaikan harga," ujar Ahmda Tibroni, Kepala Solar Pocket Dealer Nelayan (SPDN) Tanjungsari, Pemalang, Jumat (15/5).

Baca Juga: Bendung Cipero Tegal Diperbaiki, Petani Minta Kisdam Ditinggikan, Saluran Induk Dinormalisasi

Ia mengatakan, selain alokasi dan stok solar masih aman harga juga belum ada kenaikan atau masih tetap seperti sebelum sebelumnya.

Penjualan solar bersubsidi untuk nelayan rata rata 7.000 liter per hari dengan harga Rp 6.800 per liter. Saat ini kondisi cuaca cukup normal sehingga aktifitas nelayan melaut banyak, hal itu dilihat dari penjualan solar setiap harinya.

"Saat ini kondisi cuaca sudah cukup bagus dan bisa dikatakan normal, sehingga nelayan sudah beraktifitas melaut. Namun kendala yang dihadapi para nelayan yaitu usai terjadi gelombang besar dan cuaca ekstrem beberapa waktu lalu, terjadi pendangkalan di muara sungai Tanjungsari,” tandasnya.

Baca Juga: DPRD Desak Bongkar Dalang Kasus Absensi Fiktif ASN di Brebes

Dia mengatakan, salah satu kendala yang sering dihadapai para nelayan selain gemombang tinggi atau cuaca ekstrem yaitu terjadi pendangkalan.

Pendangkalan biasa terjadi di muara sungai, hal itu menyebabkan perahu nelayan mengalami kesulitan saat keluar masuk ke dermaga atau TPI. Upaya yang biasa dilakukan yaitu pengerukan muara sungai agar akses perahu lancar.

Artikel Terkait