Ratusan Siswa SD Sambut Perpustakaan Keliling Goes to School di Acara Bupati Tegal Tilik Desa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 21.00
Perpustakaan Keliling
Ratusan siswa SD Negeri 01 Kupu, Desa Kupu, Kecamatan Dukuhturi tampak riang gembira saat menyambut kedatangan mobil Perpustakaan Keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Tegal, Jumat 19 Juni 2026.

Layanan perpustakaan keliling hadir di acara Tilik Desa Bupati Tegal untuk mengatasi keterbatasan akses sumber bacaan dan menumbuhkan minat baca siswa

SLAWI, puskapik.com – Ratusan siswa SD Negeri 01 Kupu, Desa Kupu, Kecamatan Dukuhturi tampak riang gembira saat menyambut kedatangan mobil Perpustakaan Keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Tegal, Jumat 19 Juni 2026.

Mereka mengantre memilih koleksi buku Perpustakaan Soekarno-Hatta (Soetta) untuk dibawa ke ruang kelas masing-masing dengan tertib.

Tak hanya membaca, mereka juga antusias mengikuti kegiatan sejumlah relawan dan tenaga pustakawan Disperpusip menampilkan kepiawaiannya dalam mendongeng, bermain sulap, hingga permainan edukatif seru lainnya yang memancing kreativitas siswa.

Baca Juga: Dua Santri di Brebes Naik Tower 50 Meter, Ini Alasannya

Plt Kepala Disperpusip Kabupaten Tegal, Hari Nugroho mengatakan layanan perpustakaan keliling hadir selain untuk mengatasi keterbatasan akses terhadap sumber bacaan juga menumbuhkan minat baca dengan suasana baru.

“Di sini siswa bisa mendapatkan akses langsung ke variasi buku baru, mulai dari buku cerita, sejarah Islam, ensiklopedia, hingga sains yang mungkin belum tersedia di perpustakaan sekolah,” kata Hari.

Guna meningkatkan motivasi agar siswa mau menceritakan kembali buku yang dibacanya, pihaknya menyediakan minuman susu kotak yang bernilai gizi sebagai hadiah.

Suasana Belajar Menyenangkan

Selain mendukung layanan program Bupati Tegal Tilik Desa, kegiatan Go to School kali ini tampil beda dengan menggandeng sejumlah komunitas pegiat literasi untuk menghidupkan suasana belajar yang menyenangkan.

Menurut Hari, kolaborasi dengan komunitas adalah kunci untuk mempercepat penyebaran virus literasi di Kabupaten Tegal.

"Kami tidak bisa berjalan sendiri. Kehadiran teman-teman relawan dari Relawan Gesit Tegal, Tegal Read a Loud dan ATPUSI (Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia) sangat membantu dalam memberikan pendekatan yang segar dan interaktif ke anak-anak. Jadi membaca jadi tidak membosankan," ujar Hari.

Jessy Fransiska, relawan Tegal Read a Loud yang turut memandu jalannya pembelajaran dengan metode membaca nyaring mengaku senang bisa ikut berpartisipasi di program ini dan berharap keterlibatan relawan lainnya semakin luas dan berkelanjutan.

Baca Juga: Di Tengah Kepungan Rob di Kendal, Siti Rokhanah Akhirnya Tinggalkan Rumah yang Bertahun Jadi Tempat Bertahan

“Saya bisa merasakan antusias anak-anak terhadap literasi, membaca buku ini luar biasa. Pengalaman tadi saat berinteraksi dengan mereka juga sangat baik. Ini yang menjadi concern kami di komunitas, ikut mencerdaskan kehidupan anak bangsa,” ungkapnya.

Cerita seru datang dari Alin, Relawan Gesit Tegal asal Pangkah yang rela pulang dari tempatnya bekerja di Kota Semarang menggunakan sepeda motor malam hari usai mendapat informasi Disperpusip Kabupaten Tegal memanggil relawan untuk bergabung di kegiatan Tilik Desa ini.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait