Teater “Blokeng” Bawa Atmosfer Satu Dekade Katasapa Purbalingga Berkarya Penuh Makna

Pementasan Teater “Blokeng” berhasil membawa suasana perayaan 10 tahun Komunitas Teater Sastra Perwira (Katasapa) Purbalingga Berkarya terasa istimewa.
PURBALINGGA, puskapik.com - Pementasan Teater “Blokeng” berhasil membawa suasana perayaan 10 tahun Komunitas Teater Sastra Perwira (Katasapa) Purbalingga Berkarya terasa istimewa.
Ya, pertunjukan yang digelar pada Sabtu 14 Februari 2026 malam di Bioskop Misbar, Kompleks Taman Usman Janatin ini sukses menyedot perhatian publik dan para pecinta seni.
“Blokeng” merupakan hasil adaptasi atau alih wahana dari cerpen karya sastrawan ternama Ahmad Tohari yang berjudul sama.
Baca Juga: Kapolres Pekalongan: Proyektil Asli dari Senpi, Tim Labfor Dalami Tipe Senjata
Cerita tersebut dikenal sebagai salah satu karya yang tajam dalam memotret kehidupan masyarakat.
Narasi cerpen itu kemudian diadaptasi menjadi naskah drama oleh Agustav Triono, yang juga menjabat sebagai Ketua Katasapa sekaligus sutradara pementasan.
Di bawah arahan Agustav, cerita “Blokeng” menjadi pertunjukan teater yang hidup, komunikatif, dan mengandung kritik sosial.
Pementasan ini berkisah tentang Blokeng, seorang perempuan “gemblung” dan tiba-tiba hamil.
Peristiwa itu memicu kegaduhan di tengah masyarakat. Warga saling menduga dan berspekulasi tentang siapa yang menghamilinya.
Kegemparan tersebut menghadirkan pertanyaan yang lebih mendalam: siapa sebenarnya yang tidak waras Blokeng atau masyarakat yang sibuk menghakimi?
Baca Juga: Warga Guci dan Rembul Swadaya Bangun Jembatan Bambu di Pancuran 13
Dari sanalah kritik sosial dalam cerita ini menemukan momentumnya.
Pementasan diperkuat oleh para pemain yang tampil ekspresif, yakni Meyda, Agustav, Trisnanto Budidoyo, Deka Aepama, Lilian Kiki Triwulan dan Rone Yuliar.
Produksi ini dikomandoi oleh Ikrom Rifai selaku pimpinan produksi (Pimpro) dan Peppy sebagai stage manager yang memastikan jalannya pertunjukan berlangsung lancar dan tertata.
Tak hanya melibatkan internal komunitas, pentas produksi ini terselenggara secara kolektif dengan menggandeng berbagai kelompok seni.
![[EDITORIAL] Relasi Makna Hari Jadi ke 425 Kabupaten Tegal Luwih Apik, Trisanja dan Pertiwi](https://puskapik.com/api/uploads/2026/05/d3a3d3de-4482-41e0-af13-59ed97abf49d.webp)


![[EDITORIAL] Membangun Ekosistem Transformasi Digital yang Beradab](https://puskapik.com/api/uploads/2026/05/e464cb4c-11ee-42da-b3b3-7927cdb01ec7.webp)