Warga Guci dan Rembul Swadaya Bangun Jembatan Bambu di Pancuran 13

Minggu, 15 Februari 2026 | 16.55
Warga Dukuh Pekandangan Desa Rembul san Desa Guci secara swadaya membangun jembatan bambubdi Pancuran 13 Guci, Sabtu, 14 Februari 2026.
Warga Dukuh Pekandangan Desa Rembul san Desa Guci secara swadaya membangun jembatan bambubdi Pancuran 13 Guci, Sabtu, 14 Februari 2026.

Warga Desa Guci dan Rembul swadaya bangun jembatan bambu 30 meter di Pancuran 13, akses vital pascabanjir bandang Januari 2026.

SLAWI, puskapik.com - Masyarakat Desa Guci, Kecamatan Bumijawa, dan Dukuh Pekandangan, Desa Rembul, Kecamatan Bojong, bergotong royong membangun jembatan bambu di Pancuran 13 Guci. Jembatan ini menjadi akses vital penghubung antara dua desa.

Jembatan bambu sepanjang 30 meter dan lebar 2,5 meter ini dibangun untuk menggantikan jembatan lama yang putus akibat banjir bandang pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Baca Juga: Waspada Modus Kerja Luar Negeri Ini, Pekerja Migran di Tegal Terjebak Pinjaman

Ropii, warga Guci, mengatakan pembangunan jembatan dilakukan secara swadaya oleh warga setempat.

"Pekerjaan pembangunan sudah tiga hari ini melibatkan lima ratusan warga lebih ," tuturnya, Sabtu, 14 Februari 2026.

Ropii menuturkan jembatan bambu yang dibangun sepanjang 30 meter dan lebar 2,5 meter. Dengan adanya jembatan bambu ini, warga tidak harus memutar jalan yang jaraknya sekitar 4 kilometer.

Kepala Desa Rembul, Ibnu Efendi, membenarkan bahwa pembangunan jembatan ini dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat.

"Warga menyumbang bambu, makanan, minuman, dan tenaga untuk membangun jembatan dan tempat pemandian di lokasi Pancuran 13," tuturnya.

Sementara itu, pasca banjir bandang 24 Januari 2026 lalu, pemandian air panas Pancuran 13 mulai didatangi warga lokal maupun luar daerah. Mereka menikmati air panas yang mengalir dari pipa- pipa bambu.

Untuk menikmati mandi air panas , warga menapaki jalan batu dengan hati- hati. **

Artikel Terkait