[EDITORIAL] Batang Mentereng dari Penghasil Buah Kelengkeng

Senin, 25 Mei 2026 | 07.30
Buah Kelengkeng Batang
Launching Indomaret Fresh di Alun-alun Batang oleh Bupati M Faiz Kurniawan.(dok)

Sebuah terobosan yang cukup strategis dilakukan oleh Pemkab Batang dalam memberdayakan potensi petani menjadi pemasok buah kelengkeng di pasar modern

puskapik.com - Sebuah terobosan yang cukup strategis dilakukan oleh Pemkab Batang dalam memberdayakan potensi petani.

Dengan menggandeng jaringan bisnis ritel modern Indomaret, hasil petani buah kelengkeng tersebar ke kota-kota besar.

Launching Indomaret Fresh di Alun-alun Batang oleh Bupati M Faiz Kurniawan pekan lalu menandakan dari Batang siap menjadi pemasok buah kelengkeng yang terstandarkan pasar nasional.

Sebuah langkah yang jitu dimana kebijakan pemerintah daerah menangkap peluang pasar dan potensi pertanian budidaya buah kelengkeng

Kesiapan Kabupaten Batang ini tentu saja tidak instan. Pemberdayaan kalangan petani milenial yang diikuti dengan pola tanam buah kelengkeng yang tersebar di beberapa titik menjadi kunci kesinambungan pemasokan.

Berdasarkan data diperkirakan ada sekitar 10.000 pohon yang tertanam di beberapa desa siap untuk memasok 5 ton per minggu kelengkeng secara kesinambungan ke wilayah Jateng maupun Jakarta.

Peran dari Pusat Studi di Luar Kampus Utama atau PSDKU Universitas Diponegoro (Undip) Kampus Bandar dalam memberikan bimbingan teknis dari budidaya hingga pasca-panen cukup penting.

Termasuk juga intervensi Indomaret mengajari petani cara memetik, membersihkan hingga kemasan membuat kelengkeng batang mampu bersaing dengan buah impor.

Apalagi buah kelengkeng produk dari petani bumi Alas Roban ini memiliki branding “Kelengkeng Kabupaten Batang”.

Terobosan yang dilakukan Kabupaten Batang dengan buah kelengkeng ini tentu bisa menginspirasi daerah lain, terutama kabupaten/kota tetangga wilayah pantura.

Tidak hanya buah kelengkeng, tentu saja banyak potensi tanaman buah yang bisa dikembangkan menyusul kesuksesan Batang sebagai penghasil buah kelengkeng.

Bisa kita lihat bagaimana potensi buah daerah lain yang sudah punya branding, di antaranya durian (Pekalongan), Nanas Madu (Pemalang), dan tentu masih ada potensi buah lainnya.

Jika ini dikembang, maka tidak menutup kemungkinan wilayah pantura barat akan menjadi pemasok buah di pasar nasional dan bisa bersaing dengan buah impor.***

Artikel Terkait