720 Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Semarang Siap Bantu Warga Kabupaten Tegal Hadapi Stunting dan TB

Senin, 11 Mei 2026 | 17.21
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menerima 720 mahasiswa Poltekkes Kemenkes Semarang yang akan praktik kerja nyata.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menerima 720 mahasiswa Poltekkes Kemenkes Semarang yang akan praktik kerja nyata.

720 mahasiswa Poltekkes Semarang diterjunkan ke 39 desa di Tegal, bantu atasi stunting dan TB selama sebulan melalui program PKN IPC.

SLAWI, puskapik.com – Sebanyak 720 mahasiswa peserta Praktik Kerja Nyata Interprofessional Collaboration (PKN IPC) Poltekkes Kemenkes Semarang diterjunkan ke 39 desa di Kecamatan Balapulang, Lebaksiu, dan Kramat untuk membantu masyarakat menghadapi stunting dan tuberkulosis (TB).

Para mahasiswa dilepas Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman di Pendopo Amangkurat, Senin, 11 Mei 2026. Mereka dijadwalkan mengabdi selama sebulan penuh, 11 Mei hingga 12 Juni 2026.

Kehadiran 720 tenaga muda dari berbagai profesi kesehatan ini disambut hangat Pemkab Tegal. Angka stunting Kabupaten Tegal saat ini masih 15,9 persen, sementara kasus TB juga masih memerlukan perhatian serius.

Baca Juga: Brigpol Irfan Rizqi Mulyawan Raih Penghargaan Polda Jateng Berkat Inovasi Literasi Digital

Bupati Ischak menyampaikan, kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran akademik, tetapi juga bentuk pengabdian masyarakat sekaligus penguatan kompetensi kolaborasi antarprofesi kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada warga.

"Kami berharap para mahasiswa mampu hadir langsung di tengah masyarakat untuk memahami dan mengidentifikasi akar persoalan kesehatan di lapangan sehingga program yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Ischak.

Ia menegaskan, kehadiran ratusan mahasiswa di tiga kecamatan tersebut diharapkan tidak hanya berdampak di bidang kesehatan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca Juga: Momen Haru, Ibu TKI Pulang Diam-Diam Hadiri Wisuda Anak di SMK Ma’arif NU Paguyangan Brebes

"Jumlah 720 mahasiswa ini tentu bukan sedikit. Kami berharap kehadiran mereka membawa dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Tegal, termasuk efek ekonomi bagi pelaku UMKM di tiga kecamatan lokasi kegiatan," ujarnya.

Selain stunting dan TB, Ischak turut menyoroti maraknya penyalahgunaan obat keras tertentu seperti Tramadol yang kini menjadi perhatian di Kabupaten Tegal. Ia berharap keterlibatan mahasiswa dan akademisi memperkuat upaya edukasi dan pencegahan di tengah masyarakat. Pemkab Tegal juga meminta para camat dan kepala desa di lokasi kegiatan mendampingi mahasiswa selama pengabdian.

Direktur Poltekkes Kemenkes Semarang Bedjo Santoso menegaskan, program PKN IPC merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung penyelesaian persoalan kesehatan masyarakat.

"Program PKN IPC ini bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi juga bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung penyelesaian persoalan kesehatan masyarakat, khususnya stunting, tuberkulosis, dan persoalan kesehatan lainnya di Kabupaten Tegal," ujar Bedjo.

Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan didampingi 20 dosen pembimbing lapangan dengan penempatan mahasiswa yang terkoordinasi bersama Pemkab Tegal guna memastikan pemerataan lokasi pengabdian sekaligus pengalaman belajar yang optimal bagi mahasiswa.

Semangat itu pun mengalir ke para mahasiswa yang akan langsung bersentuhan dengan kehidupan warga. Yorgi (24), salah satu peserta yang ditempatkan di Desa Dinuk, Kecamatan Kramat, mengaku antusias menjalani program ini bersama rekan-rekannya dari berbagai jurusan.

"Kami akan membantu kegiatan posyandu dan mengadakan pameran kesehatan. Harapannya kehadiran kami bisa ikut membantu menurunkan angka stunting dan TB di Kabupaten Tegal," ujar Yorgi. **

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait