Bendung Cipero Tegal Kembali Jebol, 7.634 Ha Lahan Terancam Kekeringan

Minggu, 24 Mei 2026 | 12.39
Sejumlah alat berat memperbaiki Bendung Cipero di aliran Sungai Rambut, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, beberapa waktu lalu.
Sejumlah alat berat memperbaiki Bendung Cipero di aliran Sungai Rambut, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, beberapa waktu lalu.

Bendung Cipero di Warureja, Kabupaten Tegal, kembali jebol. Sebanyak 7.634 hektare lahan pertanian di Warureja dan Suradadi terancam kekeringan.

SLAWI, puskapik.com - Setelah jebol pada 27 April 2026, Bendung Cipero di aliran Sungai Rambut, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, kembali jebol, Sabtu 23 Mei 2026.

Kondisi itu membuat 7.634 hektare (Ha) lahan pertanian di Kecamatan Warureja dan Suradadi, terancam kekeringan.

Bendung Cipero jebol kali pertama pada 15 Maret 2026. Bendung Cipero dilakukan perbaikan darurat dengan membuat Kisdam menggunakan bebatun oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana.

Baca Juga: Emas Antam 24 Mei 2026 Stagnan di Rp2,773 Juta per Gram

Pada 27 April 2026, bendung darurat itu kembali jebol diterjang banjir besar. Perbaikan kembali dilakukan BBWS dengan metode yang sama, namun kembali tidak mampu menahan derasnya Sungai Rambut.

"Gagal sudah harapan petani tanam padi di MT (musim tanam) 2, MT 3 dan MT 1 tahun depan," kata Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Daerah Irigasi (DI) Rambut, Masroni, Minggu (24/5).

Dikatakan, para petani di wilayah Kecamatan Warureja dan Suradadi, hanya mengandalkan air dari aliran Bendung Cipero. Lahan pertanian di dua wilayah tersebut seluas 7.634 ha.

Baca Juga: Antusiasme Tinggi, Tidar Borobudur 10K Berpotensi Dongkrak Sektor Jasa dan Pariwisata

Perbaikan yang dilakukan BBWS Pemali-Juwana dinilai belum maksimal, karena hanya bersifat darurat. Hal itu juga diperkuat dengan jebolnya Bendung Cipero kedua kalinya setelah diperbaiki darurat.

"Perbaikan harusnya dilakukan secara permanen, karena perbaikan darurat 2 kali masih jebol," ujarnya.

Ditambahkan, petani meminta agar Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jateng untuk segera melakukan rehab total Bendung Cipero.

Hal itu dikarenakan ribuan warga di Kecamatan Warureja dan Suradadi mengandalkan air dari Bendung Cipero.

"Tidak hanya untuk lahan pertanian, air dari Bendung Cipero juga untuk kebutuhan rumah tangga," terangnya. **

Artikel Terkait