Bupati Tegal Tinjau Jalan Longsor Sokasari- Bojong, Siapkan Jalan Alternatif Baru

Sabtu, 31 Januari 2026 | 06.28
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman meninjau Jalan penghubung Sokasari- Bojong yang longsor dan tidak dapat dilalui kendaraan, Jumat, 30 Januari 2026.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman meninjau Jalan penghubung Sokasari- Bojong yang longsor dan tidak dapat dilalui kendaraan, Jumat, 30 Januari 2026.

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman meninjau jalan longsor Sokasari–Bojong yang terputus akibat banjir dan menyiapkan pembangunan jalan alternatif baru.

SLAWI, puskapik.com - Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman bersama pejabat terkait meninjau lokasi jalan longsor ruas Sokasari- Bojong yang terputus akibat banjir pada 24-26 Januari 2026.

Pada tinjauan yang dilakukan Jumat, 30 Januari 2026 siang itu, Bupati Ischak berjalan kaki untuk mengecek jalan Desa Sokasari, Kecamatan Bumijawa.

Baca Juga: Bupati Pemalang Anom Dorong Penguatan Ekonomi Desa Gambuhan Pulosari

Pengecekan dilakukan hingga Jembatan Sokasari yang baru selesai dibangun pada 2025 dan baru digunakan sebulan ini.

Melihat kondisi jalan yang terputus, Pemda akan membuat jalan alternatif baru karena kondisi jalan eksisting yang longsor dan tidak tersisa.

"BPBD telah melakukan assesmen, kita akan buat jalan alternatif baru karena melihat kondisi jalan eksisting yang longsor dan tidak tersisa," kata Bupati Ischak.

Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Percepat Relokasi Pengungsi Bencana Purbalingga

Pembangunan jalan baru akan menggunakan Belanja Tak Terduga, dan diharapkan warga dapat menghibahkan tanahnya untuk pembangunan jalan. Jalan Sokasari- Bojong merupakan jalur vital yang mempercepat akses dari Sokasari menuju Bojong.

Bupati Ischak menuturkan, Jalan Sokasari terakhir kali dibangun tahun 2023. Adapun Jembatan Sokasari yang selesai dibangun pada 2025, baru sebulan digunakan oleh masyarakat dan belum diresmikan. Hal ini membuatnya prihatin, karena seharusnya masyarakat dapat menikmati dengan aman dan nyaman

"Informasi dari Pak Kades, sementara ini warga kalau mau ke Bojong jalan kaki dulu sampai ke jembatan, setelah itu

Dijemput ojek disini (jembatan), karena motor sama sekali tidak bisa lewat," sebuhnya.

Pembangunan jalan baru nantinya akan menggunakan Belanja Tak Terduga (BTT).Diperkirakan akan membutuhkan anggaran Rp 500 juta hingga Rp 700 juta.

Jalan yang akan dibangun di atas tanah warga tidak akan dibeton seperti jalan yang longsor. Hanya menggunakan makadam, ditutup lapen xmdan aspal.

Pemda juga akan melakukan penyodetan di titik jembatan lama yang runtuh untuk mengurangi risiko banjir.

"Kami juga akan melakukan penyodetan di titik jembatan lama yang runtuh. Ini menjadi salah satu penyebab arus air menabrak di tebing sisi barat persis di bawah jalan eksisting.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait