Gunung Slamet Keluarkan Asap Tebal Setinggi 200 M, Terjadi Gempa Low Frequency dan Tremor Menerus

Senin, 25 Mei 2026 | 09.22
Asap tebal keluar dari puncak Gunung Slamet yang terekam CCTV dari Dukuh Sawangan, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Minggu pagi 24 Mei 2026. (Dok.MAGMA Indonesia)
Asap tebal keluar dari puncak Gunung Slamet yang terekam CCTV dari Dukuh Sawangan, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Minggu pagi 24 Mei 2026. (Dok.MAGMA Indonesia)

Gunung Slamet mengeluarkan asap kawah setinggi 200 meter pada 24 Mei 2026. Aktivitas masih Level II Waspada, disertai gempa low frequency dan tremor.

SLAWI, puskapik.com - Puncak Gunung Slamet yang berada di lima kabupaten wilayah Jateng, mengeluarkan asap tebal dengan ketinggian mencapai 200 meter pada Minggu 24 Mei 2026. Selain itu, juga terjadi gempa low frequency dan tremor menerus.

Dilansir dari MAGMA Indonesia laporan per 24 jam, tanggal 24 Mei 2026 pukul 00.00-24.00 WIB, secara klimatologi cuaca cerah hingga hujan, angin lemah ke arah barat. Suhu udara sekitar 21.3-26.4°C. Kelembaban 78-81%.

Baca Juga: Update Cuaca Guci Hari Ini, 25 Mei 2026 Siang Berpotensi Thunderstorm, Malam Berawan

Pengamatan visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 100-200 meter dari puncak.

Pengamatan kegempaan terjadi 1 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 3 mm, dan lama gempa 17 detik. Selain itu, 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 0.5 mm, dominan 0.5 mm.

Baca Juga: Bupati Tegal Ischak Nyanyi Bareng D'Bagindas di Slawi Ageng 2026, Sampaikan Apresiasi ke Masyarakat

Dari laporan tersebut, disimpulkan tingkat aktivitas Gunungapi Slamet Level II atau Waspada. Warga direkomendasikan tidak berada/ beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah puncak Gunung Slamet.

Artikel Terkait