Siswa SMK Islamiyah Tegal Juara 1 Yamaha Sunday Race 2026 di Sirkuit Mandalika

Senin, 27 Juli 2026 | 14.44
Aditya Ramdani, bersama guru SMK Islamiyah Adiwerna, Kabupaten Tegal menunjukan plakat penghargaan juara 1 kelas R15 Comm B di laga Yamaha Sunday Race 2026 di Sirkuit Mandalika pada 19 Juli 2026. (Dok)
Aditya Ramdani, bersama guru SMK Islamiyah Adiwerna, Kabupaten Tegal menunjukan plakat penghargaan juara 1 kelas R15 Comm B di laga Yamaha Sunday Race 2026 di Sirkuit Mandalika pada 19 Juli 2026. (Dok)

Siswa SMK Islamiyah Adiwerna, Aditya Ramdani, juara 1 Yamaha Sunday Race 2026 kelas R15 Comm B. Prestasi diraih berkat pembinaan ekstrakurikuler balap sekolah.

SLAWI, puskapik.com - Siswa SMK Islamiyah Adiwerna, Kabupaten Tegal, Aditya Ramdani juara 1 di kelas R15 Comm B di laga Yamaha Sunday Race 2026 di Sirkuit Mandalika pada 17-19 Juli 2026. Keberhasilan itu tak lepas dari sistem pembinaan melalui ekstrakurikuler balap yang dikembangkan SMK Islamiyah Adiwerna.

Aditya Ramdani di kelas R15 Comm B lewat keberhasilan mengungguli Naufal Sidqi, Aldric Atha PM, dan Hilmi Affan pada jajaran lima besar.

Kepala SMK Islamiyah Adiwerna, Suhermanto Hendra mengatakan, prestasi Adit menjadi kebanggaan besar bagi SMK Islamiyah Adiwerna.

Baca Juga: Di Hadapan BEM SI, Ahmad Luthfi Ajak Mahasiswa Terlibat Bangun Daerah

"Di luar dugaan ternyata Adit bisa podium satu. Ini luar biasa sekali bagi SMK kami," kata Suhermanto saat ditemui di sekolah, Kamis 23 Juli 2026.

Sebagai bentuk dukungan, lanjut dia, sekolah akan terus mendampingi perjalanan karier balap Adit yang diproyeksikan naik ke kelas Com A atau bahkan kelas 250 cc.

"Sekolah tetap mendukung program selanjutnya dari kegiatan ekstrakurikuler balap. Target kami, Adit bisa kembali naik podium di level yang lebih tinggi," tekadnya.

Baca Juga: Kesaksian Iwan, Sopir Truk Korban Kecelakaan Flyover Kretek: Saya Lompat Sebelum Truk Terjun

Menutur dia, sekolah sengaja membuka ekstrakurikuler balap sebagai wadah mencari sekaligus membina bibit-bibit pembalap muda.

"Ekstrakurikuler ini memang kami siapkan untuk mencari bakat siswa. Tapi syaratnya tidak mudah, orang tua harus benar-benar mendukung dan menandatangani perjanjian khusus," kata Suhermanto.

Lebih lanjut dikatakan, selain mendapat persetujuan orang tua, calon anggota ekstrakurikuler juga harus melalui proses seleksi. Menurut Suhermanto, penilaian tidak hanya dilakukan dari sisi kemampuan fisik, tetapi juga karakter siswa.

"Yang paling kami utamakan justru attitude, karena pembalap yang hebat harus memiliki disiplin dan karakter yang baik," ujarnya.

Ditambahkan, saat ini sekolah tengah menyiapkan regenerasi setelah Adit dipastikan naik kelas pada musim balap tahun depan. Dari delapan siswa yang mengikuti proses pembinaan, kini hanya tersisa dua orang yang dinilai siap menjadi penerus.

"Ada dua siswa yang sedang kami siapkan menggantikan Adit. Dari delapan calon, banyak yang gugur selama latihan," pungkasnya.

Artikel Terkait