Intip Perawatan "Mick Jagger", Sapi Kurban Presiden Seharga Rp97,5 Juta di Tegal

Rabu, 27 Mei 2026 | 16.59
puskapik

Intip perawatan sapi kurban Presiden RI bernama Mick Jagger di Tegal. Berbobot 1 ton, dirawat ketat, divaksin, dan dikarantina agar tetap sehat.

SLAWI, puskapik.com – Menjadi sapi pilihan Presiden RI Prabowo Subianto tentu bukan hal yang sembarangan. Sapi jenis simental berbobot 1 ton 7 kilogram bernama "Mick Jagger" ini harus melewati perawatan super dan proteksi kesehatan yang ketat sebelum akhirnya disembelih pada Iduladha 2026.

Sapi kurban bantuan kemasyarakatan (Banmas) Presiden yang diperuntukkan bagi warga Desa Padasari, Kecamatan Jatiengara yang kini tunggal di hunian sementara (Huntara) Desa Capar, Kabupaten Tegal ini, dirawat langsung oleh pemiliknya, Tri Mulyadi (35), di Peternakan Juragan Muda 99, Desa Pesawahan, Kecamatan Pangkah.

Baca Juga: Sekda Jateng Salurkan Hewan Kurban 1,1 Ton untuk Korban Banjir Grobogan

Tri Mulyadi membeberkan rahasia di balik tubuh kekar "Mick Jagger" yang dihargai Rp97,5 juta tersebut. Selama dua tahun dipelihara, sapi ini mengonsumsi menu pakan komboran istimewa yang diracik khusus setiap hari.

"Makanannya tidak biasa. Setiap pagi dan sore, kami beri komboran khusus dari campuran pelet, ampas tahu, ketela, jagung, dan air. Porsinya harus pas untuk menjaga bobotnya tetap maksimal," ujar Tri kepada Puskapik.com.

Baca Juga: Idul Adha dan Konsep Pendidikan Andragogi Ismail bin Ibrahim

Tak hanya urusan perut, penampilan dan kenyamanan "Mick Jagger" juga sangat dimanjakan. Sapi kurban kepresidenan ini wajib mandi dua kali sehari, pagi dan sore, agar kulit dan bulunya tetap bersih dan mengilat.

Mengingat wilayah Kabupaten Tegal sempat marak dengan virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), protokol kesehatan untuk "Mick Jagger" terus ditingkatkan.

Selain rutin disuntik vitamin dan vaksin, area kandang "Mick Jagger" juga disemprot cairan disinfektan secara berkala guna mematikan bakteri dan virus berbahaya.

Pengawasan ini diperketat dalam sebulan terakhir melalui kerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tegal. Sapi jumbo ini bahkan harus menjalani masa karantina mandiri.

"Kami kawal ketat sapinya dan dikarantina supaya tidak ada gejala penyakit apa pun. Kami pastikan kondisi fisiknya bugar 100 persen dari kandang sampai tiba di lokasi Huntara," ungkap Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tegal, Sugiyanto saat ditemui di Huntara Capar, Rabu , 27 Mei 2026.

Pihaknya, lanjut Sugiyanto juga melakukan pemeriksaan ante mortem (sebelum disembelih) dan post mortem (setelah disembelih).

"Sebelum disembelih kita cek dulu fisiknya. Setelah dipotong, bagian dalamnya seperti perut besar (rumen), hati, dan organ lainnya juga akan diperiksa lagi untuk memastikan daging yang dibagikan ke warga benar-benar sehat dan higienis," tuturnya. **

Artikel Terkait