Jalur Pendakian Gunung Slamet Dibuka Hari Ini, Berikut Syarat dan Ketentuannya

Rabu, 10 Juni 2026 | 09.39
Direktur Jenderal Penempatan KP2MI, Ahnas serahkan cenderamata kepada Bupati Tegal H Ischak Maulana Rohman saat Dialog Tripartit Penguatan Perlindungan ABK Migran di Gedung Dadali Komplek Perkantoran Pemkab Tegal, Selasa 9 Juni 2026. (Dok)
Direktur Jenderal Penempatan KP2MI, Ahnas serahkan cenderamata kepada Bupati Tegal H Ischak Maulana Rohman saat Dialog Tripartit Penguatan Perlindungan ABK Migran di Gedung Dadali Komplek Perkantoran Pemkab Tegal, Selasa 9 Juni 2026. (Dok)

Jalur pendakian Gunung Slamet kembali dibuka mulai 10 Juni 2026 setelah aktivitas vulkanik menurun. Pendaki diminta mematuhi aturan dan mengutamakan keselamatan

SLAWI, puskapik.com - Setelah sempat ditutup pada 5 April 2026 akibat aktivitas vulkanik, jalur pendakian Gunung Slamet kembali dibuka mulai hari ini, 10 Juni 2026. Namun demikian, para pendaki harus mematuhi aturan yang berlaku.

Ketua Pengamanan Jalur Pendakian Kompak Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Sumedi mengatakan, berdasarkan laporan dari Pos Pemantauan Gunung Slamet di Desa Gambuan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, aktivitas Gunung Slamet telah mengalami penurunan. Kondisi itu membuat jalur pendakian diperbolehkan untuk dibuka.

Baca Juga: Pemprov Jateng Hadirkan Senyum Santri dan Wali Santri di Kudus Lewat Bisyarah Hafiz Qur'an

"Jalur pendakian Gunung Slamet dibuka mulai besok, 10 Juni 2026," katanya.

Namun demikian, kata dia, pendaki diminta tetap mentaati aturan dan himbauan yang berlaku.

Dijelaskan, pendaki yang akan melakukan pendakian harus mempersiapkan fisik yang prima dan mental yang kuat sebelum melakukan pendakian.

Pendaki juga diwajibkan membawa perlengkapan peralatan pendakian sesuai standar kebutuhan dan cuaca.

Baca Juga: Pemprov Jateng Upayakan Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung Tuntas 2026

"Bawa turun sampahmu dan jangan merusak flora dan fauna. Utamakan keselamatan diri dan rekan. Mendaki aman, pulang nyaman," katanya.

Lebih lanjut dikatakan, di wilayah Kabupaten Tegal ada empat jalur pendakian, yakni melalui Kompak, Gupala, Permadi dan Bosapala Sawangan.

Setiap jalur pendakian memiliki radius aman. Misalkan jalur pendakian Kompak memiliki radius aman di pos 5 di jarak 2-3 km dari puncak Gunung Slamet, jalur pendakian Permadi pos 4 masih aman, pendakian Gupala di pos 4, Bosapala juga di pos 4.

"Peningkatan aktivitas Gunung Slamet karena terjadi intensitas hujan tinggi. Saat ini, intensitas hujan rendah, sehingga aktivitas juga menurun," terang Sumedi.

Artikel Terkait