
Aktivitas Gunung Slamet Turun dan Radius Aman Pendaki 2 Km
Aktivitas Gunung Slamet menurun dengan status tetap Level II (Waspada). Radius aman bagi pendaki dan wisatawan kini menjadi 2 km dari kawah puncak.

Aktivitas Gunung Slamet menurun dengan status tetap Level II (Waspada). Radius aman bagi pendaki dan wisatawan kini menjadi 2 km dari kawah puncak.

Jalur pendakian Gunung Slamet kembali dibuka mulai 10 Juni 2026 setelah aktivitas vulkanik menurun. Pendaki diminta mematuhi aturan dan mengutamakan keselamatan

Gunung Slamet terpantau keluarkan asap kawah setinggi 50 meter dan alami 8 gempa low frequency. Status gunung masih Level II Waspada.

Dalam dua hari terakhir Gunung Slamet mengalami 45 gempa low frequency. Status masih Level II Waspada, warga diminta tidak dekati kawah.

Gempa low frequency Gunung Slamet menurun dalam tiga hari terakhir, status masih Waspada. Warga diminta tidak beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah.

Gunung Slamet alami peningkatan aktivitas dengan 38 gempa low frequency, namun status masih Level II Waspada, warga diminta tidak mendekati puncak.

Gunung Slamet berstatus Waspada, tercatat 9 gempa low frequency dalam 24 jam terakhir dengan amplitudo kecil, tanpa asap kawah, dan aktivitas masih terpantau stabil.

Gunung Slamet terpantau mengalami 9 kali gempa low frequency dalam 24 jam, status masih Level II waspada, warga diminta menjauhi radius 3 km.

Kondisi Gunung Slamet cerah hingga hujan dengan aktivitas gempa rendah, status Level II Waspada, warga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 3 km kawah.

Gunung Slamet keluarkan asap putih tebal hingga 400 meter. Status masih Level II waspada, warga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 3 km dari puncak.