Dalam Dua Hari, Gunung Slamet Terjadi 45 Gempa Low Frequency

Dalam dua hari terakhir Gunung Slamet mengalami 45 gempa low frequency. Status masih Level II Waspada, warga diminta tidak dekati kawah.
SLAWI, puskapik.com - Gunung Slamet yang terletak di lima kabupaten masih terjadi gempa low frequency. Dalam dua hari terakhir, gempa low frequency terjadi selama 45 kali. Namun demikian, status Gunung Slamet masih level II waspada.
Dilansir dari MAGMA Indonesia, laporan dari Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang per 24 jam, tanggal 17 Mei 2026 pukul 00.00-24.00 WIB, secara klimatologi cuaca cerah hingga mendung, angin lemah hingga sedang ke arah selatan dan barat. Suhu udara sekitar 21-25.7°C. Kelembaban 77-89%.
Pengamatan visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Asap kawah nihil.
Baca Juga: Simulasi Erupsi Gunung Slamet Warnai Pengukuhan KSB Penakir di Pemalang
Pengamatan Kegempaan terjadi 1 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 3 mm, dan lama gempa 32 detik. Selain itu, 29 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 3 mm, dan lama gempa 10-25 detik.
Gunung Slamet juga terjadi 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 3-6 mm, S-P 32-35 detik dan lama gempa 91-119 detik, serta 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 0.5 mm, dominan 0.5 mm.
Sementara itu, laporan per 24 jam, tanggal 18 Mei 2026 pukul 00.00-24.00 WIB, secara klimatologi cuaca cerah hingga mendung, angin lemah ke arah selatan dan barat. Suhu udara sekitar 20.5-27.6°C. Kelembaban 68-85%.
Baca Juga: Jawa Tengah Launchinng "Kencan Bumil", Wagub Berharap Turunkan Angka Kematian Bayi dan Ibu Hamil
Pengamatan visual, gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 50 meter dari puncak.
Pengamatan Kegempaan terjadi
16 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 3-3.5 mm, dan lama gempa 10-25 detik. Selain itu, 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 0.5 mm, dominan 0.5 mm.
Sementara itu, tingkat aktivitas gunungapi Slamet Level II atau Waspada.
Masyarakat dan pengunjung/ wisatawan tidak berada/ beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah puncak Gunung Slamet. **


