KPw BI Tegal Ajak Anggota TP PKK Kabupaten Tegal Cerdas Mengolah Pangan dan Menjaga Rupiah

BI Tegal dan Dinas Perikanan melatih 450 anggota PKK cerdas mengelola keuangan, mencintai rupiah, serta berinovasi mengolah pangan lokal berbahan ikan.
SLAWI, puskapik.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal bersinergi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Tegal menggelar kegiatan Training of Trainer (ToT) Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah di Pendopo Amangkurat Pemkab Tegal, Jumat, 22 Mei 2026.
Mengusung tema "Wanita Cerdas Mengolah Pangan Menjaga Rupiah dengan PeKA dan Aman", acara ini dipadukan dengan Lomba Inovasi Kudapan Olahan Ikan guna mendorong kemandirian ekonomi berbasis produk lokal.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala KPw BI Tegal Bimala, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tegal Riesky Trisbiantoro, Ketua TP PKK Kabupaten Tegal Nilna Almuna Ischak, serta Wakil Ketua TP PKK Indah Cahyani Kholid. Sedikitnya 450 anggota TP PKK turut dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga: Kelengkeng Batang Masuk Pasar Ritel Modern Indomart, Siap Bersaing Produk Buah Impor
Kepala KPw BI Tegal Bimala, menjelaskan bahwa edukasi CBP Rupiah tidak hanya berfokus pada menjaga kondisi fisik uang kertas, melainkan juga mendidik masyarakat agar bijak dalam berbelanja, aman bertransaksi non-tunai, dan cerdas mengatur keuangan.
Salah satu langkah konkretnya adalah dengan mendorong konsumsi komoditas lokal.
"Dalam mengatur keuangan, kami mendorong masyarakat menggunakan produk lokal, salah satunya bawang putih lokal dari Desa Tuwel, Bojong," ujar Bimala.
Untuk membuktikannya, BI Tegal menghadirkan Chef Muto, juru masak profesional asli Tuwel.
Baca Juga: Jenazah Pria Ditemukan Membusuk di Dalam Rumah
Dalam sesi sosialisasi, Chef Muto mendemonstrasikan memasak menggunakan bawang putih lokal dan membuat abon ikan tongkol.
Ia mengungkapkan bahwa bawang putih lokal jauh lebih hemat karena hanya perlu digunakan seperempat dari takaran bawang putih impor untuk menghasilkan rasa yang kuat.
Sebagai langkah keberlanjutan, BI Tegal juga akan menggelar lomba konten untuk ibu-ibu PKK selama enam bulan berturut-turut.
Baca Juga: Tim Panahan Pemalang Raih Dua Medali di Kejurprov Junior Jateng
Tujuannya agar mereka dapat mengajak lingkungan sekitar menjaga fisik dan nilai rupiah mulai dari skala rumah tangga.
Selain edukasi keuangan, acara ini dimeriahkan oleh Lomba Inovasi Kudapan dari Ikan yang diikuti oleh ibu-ibu PKK, Dharma Wanita, dan masyarakat umum.
Bimala mengaku takjub dengan kreativitas para peserta yang mampu menyulap ikan menjadi hidangan tidak biasa, seperti bola-bola ubi ungu isi gurami hingga kue sus berbahan tepung ikan.
"Inovasi hemat ini perlu disebarluaskan agar kita terbiasa mengonsumsi produk hasil sendiri. Siapa tahu olahan seperti abon ikan tongkol ini bisa menjadi produk kreatif, membuka usaha baru bagi ibu-ibu, dan menjadi oleh-oleh khas," tambah Bimala.
Pujian senada disampaikan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Tegal Nilna Almuna Ischak. Setelah berkeliling mencicipi hidangan, ia memuji hasil karya peserta.
"Peserta sangat kreatif sekali. Selain tampilannya bagus, mereka juga mampu menyajikan makanan yang sehat," ungkap Nilna.
Nilna menuturkan lomba kudapan olahan ikan ini diikuti 18 peserta dari TP PKK Kecamatan dan 12 peserta dari Dharma Wanita Persatuan dan masyarakat umum.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tegal, Riesky Trisbiantoro, menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi ini. Ia menegaskan sektor perikanan memiliki potensi raksasa yang harus terus dioptimalkan di Kabupaten Tegal.
"Lomba inovasi ini menjadi stimulan bagi masyarakat untuk mengolah produk perikanan dengan lebih baik. Ini sejalan dengan program bupati, yaitu Gemar Makan Ikan (Gemarikan) untuk meningkatkan gizi masyarakat menggunakan protein ikan," kata Riesky.
Riesky optimistis bahwa kreativitas generasi muda dan ibu-ibu dalam menciptakan produk pangan inovatif ini mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Ia berharap kegiatan ini dapat memunculkan menu olahan ikan khas Tegal yang berkelanjutan.
"Saya yakin sektor perikanan akan maju dan memberikan kontribusi besar bagi pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat, guna mendukung visi Pemkab Tegal yakni Tegal Luwih Apik (Tegal Lebih Baik)," pungkasnya. **