MI Luqman Al Hakim Tegal Luncurkan Program Samtaku untuk Olah Sampah Jadi Berkah

MI Luqman Al Hakim Tegal Luncurkan Program Samtaku: Siswa Diajarkan Cegah, Pilah, dan Olah Sampah Lewat Tepuk 3Ah
SLAWI, puskapik.com – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Luqman Al Hakim Slawi meluncurkan Program Samtaku (Sampahku Tanggung Jawabku) di halaman sekolah pada Jumat , 24 April 2026.
Kegiatan ini merupakan langkah nyata sekolah dalam menjaga predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Tegal yang telah disandang sejak Oktober 2025.
Peluncuran Samtaku diisi dengan kegiatan edukasi tentang pencegahan, pemilahan dan pengolahan sampah oleh Forum Bank Sampah Rukun Indonesia (Forbasuri) Tegal dan Yayasan Rumah Pelopor Kepedulian Nusantara (Rukun). Acara ini diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 5.
Baca Juga: Berhasil Turunkan Stunting, Ahmad Luthfi Bawa Jateng Raih Penghargaan Kesehatan Nasional
Kepala MI Luqman Al Hakim Slawi, Eni Nuraini menyampaikan, menumbuhkan kesadaran terhadap sampah sejak dini adalah tanggung jawab besar bagi sekolah.
"Kami menghadirkan tokoh lingkungan untuk memberikan pengetahuan tentang pencegahan, pemilahan sampah organik, anorganik, hingga sampah beracun (B3). Harapannya, muncul pembiasaan agar tidak ada lagi siswa yang membuang sampah sembarangan," ujar Eni.
Dalam kegiatan ini, para pegiat lingkungan memperkenalkan konsep "Tepuk 3Ah" (Cegah, Pilah, Olah) untuk membakar semangat siswa. Sebanyak enam personel dari Forbasuri terjun langsung mendampingi siswa.
Baca Juga: Jateng Perkuat Regenerasi Petani dan Inovasi Demi Jaga Ketahanan Pangan
Kepala Bidang Diklat Yayasan RUKUN, Anni Murtafiah, bersama Erni Sofiati dari Forbasuri, mengajak siswa melakukan praktik daur ulang secara kreatif. Siswa belajar mengubah bungkus kopi menjadi gantungan kunci cantik dan botol mineral bekas menjadi mainan edukatif.
"Anak-anak sangat antusias menggunting dan menganyam. Kami ingin menunjukkan bahwa sampah sisa konsumsi masih memiliki nilai ekonomis dan keberkahan jika dikelola dengan baik," tambah Eni Nuraini.
Selain pengelolaan sampah, siswa juga diajak mempraktikkan cara menyaring air keruh menjadi jernih menggunakan media sederhana seperti batu, kapas, dan pasir. Anni Murtafiah menjelaskan bahwa teknik ini sangat bermanfaat sebagai keterampilan bertahan saat musim kemarau.
Meski sekolah telah menyediakan tempat sampah terpilah, pihak sekolah mengakui bahwa konsistensi pengawasan sangat diperlukan, terutama bagi siswa kelas rendah.
Melalui agenda Samtaku, MI Luqman Al Hakim Slawi berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih bersih serta nyaman bagi seluruh warga sekolah. **
Artikel Terkait

Perayaan Hari Jadi ke 425 Kabupaten Tegal, Kirab Tombak Kyai Plered Meriah, Warga Berebut Gunungan Hasil Bumi

Cara Mudah Buat Kartu Kuning Online, Ini Tahapannya

Slawi Run 2026, Bupati Tegal Ischak Ikut Lari 5 Km Sampai Finish
