MI Luqman Al Hakim Tegal Luncurkan Program Samtaku untuk Olah Sampah Jadi Berkah

Sabtu, 25 April 2026 | 07.43
Siswa MI Luqman Al Hakim Slawi mengikuti belajar mengolah sampah bungkus kopi dan botol bekas menjadi gantungan kunci dan mainan. Kegiatan tersebut bagian dari acara peluncuran program Samtaku atau Sampahku Tanggung Jawabku yang dilaksanakan Jumat, 24 April 2026 di halaman sekolah.
Siswa MI Luqman Al Hakim Slawi mengikuti belajar mengolah sampah bungkus kopi dan botol bekas menjadi gantungan kunci dan mainan. Kegiatan tersebut bagian dari acara peluncuran program Samtaku atau Sampahku Tanggung Jawabku yang dilaksanakan Jumat, 24 April 2026 di halaman sekolah.

MI Luqman Al Hakim Tegal Luncurkan Program Samtaku: Siswa Diajarkan Cegah, Pilah, dan Olah Sampah Lewat Tepuk 3Ah

SLAWI, puskapik.com – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Luqman Al Hakim Slawi meluncurkan Program Samtaku (Sampahku Tanggung Jawabku) di halaman sekolah pada Jumat , 24 April 2026.

Kegiatan ini merupakan langkah nyata sekolah dalam menjaga predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Tegal yang telah disandang sejak Oktober 2025.

Peluncuran Samtaku diisi dengan kegiatan edukasi tentang pencegahan, pemilahan dan pengolahan sampah oleh Forum Bank Sampah Rukun Indonesia (Forbasuri) Tegal dan Yayasan Rumah Pelopor Kepedulian Nusantara (Rukun). Acara ini diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 5.

Baca Juga: Berhasil Turunkan Stunting, Ahmad Luthfi Bawa Jateng Raih Penghargaan Kesehatan Nasional

Kepala MI Luqman Al Hakim Slawi, Eni Nuraini menyampaikan, menumbuhkan kesadaran terhadap sampah sejak dini adalah tanggung jawab besar bagi sekolah.

"Kami menghadirkan tokoh lingkungan untuk memberikan pengetahuan tentang pencegahan, pemilahan sampah organik, anorganik, hingga sampah beracun (B3). Harapannya, muncul pembiasaan agar tidak ada lagi siswa yang membuang sampah sembarangan," ujar Eni.

Dalam kegiatan ini, para pegiat lingkungan memperkenalkan konsep "Tepuk 3Ah" (Cegah, Pilah, Olah) untuk membakar semangat siswa. Sebanyak enam personel dari Forbasuri terjun langsung mendampingi siswa.

Baca Juga: Jateng Perkuat Regenerasi Petani dan Inovasi Demi Jaga Ketahanan Pangan

Kepala Bidang Diklat Yayasan RUKUN, Anni Murtafiah, bersama Erni Sofiati dari Forbasuri, mengajak siswa melakukan praktik daur ulang secara kreatif. Siswa belajar mengubah bungkus kopi menjadi gantungan kunci cantik dan botol mineral bekas menjadi mainan edukatif.

"Anak-anak sangat antusias menggunting dan menganyam. Kami ingin menunjukkan bahwa sampah sisa konsumsi masih memiliki nilai ekonomis dan keberkahan jika dikelola dengan baik," tambah Eni Nuraini.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait