Puluhan Buruh Rokok dan Keluarga Petani Tembakau di Tegal Belajar Menjahit Hingga Bikin Roti

Minggu, 7 Juni 2026 | 15.41
Kepala Dinas Perindustrian, Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disperintransnaker) Kabupaten Tegal Supriyadi membuka pelatihan berdasarkan unit kompetensi di Aula PT Tegal Jaya Makmur Sejahtera (TJMS) Selasa, 2 Juni 2026 lalu.
Kepala Dinas Perindustrian, Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disperintransnaker) Kabupaten Tegal Supriyadi membuka pelatihan berdasarkan unit kompetensi di Aula PT Tegal Jaya Makmur Sejahtera (TJMS) Selasa, 2 Juni 2026 lalu.

Sebanyak 80 buruh rokok dan keluarga petani tembakau di Kabupaten Tegal mengikuti pelatihan menjahit, bakery, tata rias, dan servis HP dari DBHCHT 2026.

SLAWI, puskapik.com -Dinas Perindustrian, Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disperintransnaker) Kabupaten Tegal resmi membuka program Pelatihan Kerja Sumber Dana dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan tersebut menyasar 80 peserta yang terdiri dari pekerja pabrik, ibu rumah tangga, dan keluarga petani tembakau dan berlangsung selama 20 hari.

Kepala Dinas Perindustrian, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja (Disperintransnaker) Kabupaten Tegal, Supriyadi menyampaikan program ini hadir sebagai jaring pengaman ekonomi guna membekali masyarakat dengan keterampilan alternatif di luar sektor tembakau.

Baca Juga: Doa Bersama dan Silaturahmi Hari Jadi ke-425 Kabupaten Tegal, Mengikis Jarak Bupati, LSM dan Wartawan

Supriyadi menuturkan, Program DBHCHT tahun ini memfasilitasi empat jenis pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar saat ini, yakni Menjahit, Pembuatan Roti (Bakery), Tata Rias dan Servis Handphone (HP).

“Pelatihan berjalan secara bertahap. Gelombang pertama diikuti oleh 40 peserta yang akan fokus mendalami bidang menjahit dan pembuatan roti selama 20 hari ke depan. Seluruh materi dan praktik dipandu langsung oleh instruktur berpengalaman dari Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tegal tanpa dipungut biaya,” Sabtu , 6 Juni 2026.

Supriyadi menegaskan bahwa tantangan ekonomi saat ini menuntut masyarakat untuk memiliki keahlian ganda.

Baca Juga: Pernikahan Unik di Lereng Gunung Slamet Tegal, Souvenir Kondangan Terapi Sengat Lebah dan Sayuran

Pihaknya berharap keterampilan baru ini tidak sekadar menjadi sertifikat, melainkan modal nyata untuk membuka usaha sampingan.

"Bagi rekan pekerja pabrik rokok atau ibu rumah tangga, keahlian menjahit dan bikin roti bisa jadi ide usaha rumah tangga untuk menambah pemasukan keluarga . Begitu juga bagi keluarga petani tembakau dari wilayah Guci, ini bisa menjadi alternatif penghasilan saat sedang tidak musim tanam," ujar Supriyadi.

Pemerintah daerah berharap lewat bimbingan intensif dan porsi praktik yang besar, program ini mampu melahirkan wirausaha mandiri baru yang sukses mendorong perekonomian di desa masing-masing .

Acara pembukaan pelatihan dilaksanakan di PT Tegal Jaya Makmur Sejahtera (TJMS) Selasa, 2 Juni 2026 lalu dan dihadiri oleh Kepala Bidang Pelatihan Disperintransnaker Zainal Arifin, manajemen PT Tegal Jaya Makmur Sejahtera, serta jajaran instruktur BLK Kabupaten Tegal. **

Artikel Terkait