Milad ke-109 Aisyiyah, Bupati Tegal Apresiasi Kontribusi Nyata untuk Masyarakat

Kamis, 18 Juni 2026 | 12.54 WIB
Milad Aisyiyah
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman hadir bersama Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid dan Ketua PDM Fathin Hammam hadir dalam peringatan Milad ke-109 Aisyiyah. (Dok Prokompim Pemkab Tegal)

Ribuan kader dan simpatisan Aisyiyah eks Karesidenan Pekalongan hadir di Lasnur Convention Hall Slawi dalam Pengajian dan Wisata Dakwah Milad ke-109 Aisyiyah

SLAWI, puskapik.com - Ribuan kader dan simpatisan Aisyiyah dari wilayah eks Karesidenan Pekalongan memadati Lasnur Convention Hall, Selasa 16 Juni 2026.

Mereka hadir dalam Pengajian Publik dan Wisata Dakwah Milad ke-109 Aisyiyah tahun 2026 dan menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman yang hadir bersama Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata Aisyiyah yang selama ini dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga: Bupati Batang Faiz Sidak Penataan Alun-alun Bandar, Ini Hasilnya

“Selama lebih dari 109 tahun, Aisyiyah telah menunjukkan kontribusi yang konkret dalam bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, pemberdayaan perempuan, hingga penguatan ketahanan keluarga. Manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ujar Ischak.

Menurutnya, peran organisasi kemasyarakatan seperti Aisyiyah menjadi semakin penting di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.

Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat perlu terus diperkuat.

Secara khusus, Ischak mengapresiasi respons cepat Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Tegal saat terjadi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, beberapa waktu lalu.

Saat itu, Muhammadiyah melalui berbagai unsur organisasinya bergerak membantu warga terdampak dengan mendirikan dapur umum dan menyalurkan berbagai kebutuhan dasar.

Kolaborasi antara Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Pimpinan Daerah 'Aisyiyah, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), dan Pemuda Muhammadiyah dinilai menjadi contoh nyata gotong royong dalam penanganan bencana.

“Saat Padasari dilanda bencana, Muhammadiyah dan 'Aisyiyah langsung hadir membantu masyarakat. Kolaborasi seperti ini sangat membantu pemerintah daerah dalam penanganan bencana dan pemulihan warga terdampak,” kata Ischak.

Selain itu, ia mengajak para kader Aisyiyah untuk terus mengambil peran dalam pembinaan keluarga, khususnya dalam mendampingi generasi muda agar terhindar dari berbagai persoalan sosial, termasuk penyalahgunaan obat-obatan keras ilegal yang belakangan menjadi perhatian bersama.

Menurut Ischak, keluarga merupakan benteng pertama dalam membangun karakter anak.

Karena itu, peran ibu menjadi sangat penting dalam menciptakan lingkungan keluarga yang hangat, aman, dan penuh perhatian.

“Ciptakan suasana rumah yang nyaman, rajin mengajak anak berdialog, dan bentengi mereka dengan kasih sayang agar tidak mencari pelarian yang salah di luar rumah,” pesannya.

Baca Juga: Cegah TPPO, FISIP Undip Edukasi Berbasis Komunitas di Pemalang

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Tegal Fathin Hammam mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

Semangat Kebersamaan

Menurut Fathin, pengajian akbar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini menjadi salah satu kegiatan terbesar yang pernah diselenggarakan keluarga besar Muhammadiyah Kabupaten Tegal.

“Kami memperkirakan jumlah peserta mencapai sekitar 4.000 hingga 5.000 orang. Ini menunjukkan semangat kebersamaan yang luar biasa dari warga Muhammadiyah dan Aisyiyah,” ujarnya.

Ketua Koordinator Pimpinan Daerah Aisyiyah se-Eks Karesidenan Pekalongan Rita Rahmawati menjelaskan, Milad ke-109 Aisyiyah tahun ini dikemas melalui konsep Wisata Dakwah dan Tadabur Alam yang dipadukan dengan Expo Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK).

Menurut Rita, kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat dakwah sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga.

“Dakwah Aisyiyah lahir dari semangat pembebasan dan kasih sayang universal. Karena itu, gerakan kami tidak berhenti pada ceramah semata, tetapi diwujudkan melalui pendidikan, pelayanan kesehatan, panti asuhan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan juga diisi tausiyah oleh Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Tengah Eni Winaryati serta penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) tingkat eks Karesidenan Pekalongan.

Keberhasilan Kabupaten Tegal meraih juara pertama pada dua kategori lomba sekaligus melengkapi kesuksesan daerah ini sebagai tuan rumah penyelenggaraan Milad ke-109 Aisyiyah yang berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan.***

Artikel Terkait