Milad ke-109 Aisyiyah, Bupati Tegal Apresiasi Kontribusi Nyata untuk Masyarakat

Ribuan kader dan simpatisan Aisyiyah eks Karesidenan Pekalongan hadir di Lasnur Convention Hall Slawi dalam Pengajian dan Wisata Dakwah Milad ke-109 Aisyiyah
SLAWI, puskapik.com - Ribuan kader dan simpatisan Aisyiyah dari wilayah eks Karesidenan Pekalongan memadati Lasnur Convention Hall, Selasa 16 Juni 2026.
Mereka hadir dalam Pengajian Publik dan Wisata Dakwah Milad ke-109 Aisyiyah tahun 2026 dan menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman yang hadir bersama Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata Aisyiyah yang selama ini dirasakan langsung oleh masyarakat.
Baca Juga: Bupati Batang Faiz Sidak Penataan Alun-alun Bandar, Ini Hasilnya
“Selama lebih dari 109 tahun, Aisyiyah telah menunjukkan kontribusi yang konkret dalam bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, pemberdayaan perempuan, hingga penguatan ketahanan keluarga. Manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ujar Ischak.
Menurutnya, peran organisasi kemasyarakatan seperti Aisyiyah menjadi semakin penting di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.
Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat perlu terus diperkuat.
Secara khusus, Ischak mengapresiasi respons cepat Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Tegal saat terjadi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, beberapa waktu lalu.
Saat itu, Muhammadiyah melalui berbagai unsur organisasinya bergerak membantu warga terdampak dengan mendirikan dapur umum dan menyalurkan berbagai kebutuhan dasar.
Kolaborasi antara Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Pimpinan Daerah 'Aisyiyah, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), dan Pemuda Muhammadiyah dinilai menjadi contoh nyata gotong royong dalam penanganan bencana.
“Saat Padasari dilanda bencana, Muhammadiyah dan 'Aisyiyah langsung hadir membantu masyarakat. Kolaborasi seperti ini sangat membantu pemerintah daerah dalam penanganan bencana dan pemulihan warga terdampak,” kata Ischak.
Selain itu, ia mengajak para kader Aisyiyah untuk terus mengambil peran dalam pembinaan keluarga, khususnya dalam mendampingi generasi muda agar terhindar dari berbagai persoalan sosial, termasuk penyalahgunaan obat-obatan keras ilegal yang belakangan menjadi perhatian bersama.
Menurut Ischak, keluarga merupakan benteng pertama dalam membangun karakter anak.
Karena itu, peran ibu menjadi sangat penting dalam menciptakan lingkungan keluarga yang hangat, aman, dan penuh perhatian.
“Ciptakan suasana rumah yang nyaman, rajin mengajak anak berdialog, dan bentengi mereka dengan kasih sayang agar tidak mencari pelarian yang salah di luar rumah,” pesannya.


