Pemkab Tegal Siapkan 11.000 Dosis Vaksin PMK untuk Sapi hingga Kambing

Pemkab Tegal siapkan 11.000 dosis vaksin PMK jelang Idul Adha 2026. Vaksinasi dipercepat untuk jaga kesehatan ternak dan cegah penyebaran penyakit.
SLAWI, puskapik.com – Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KP Tan) bergerak cepat memitigasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Sebanyak 11.000 dosis vaksin telah disiapkan untuk menyasar hewan ternak ruminansia besar maupun kecil di seluruh wilayah Kabupaten Tegal selama tahun 2026 ini.
Pemberian vaksin PMK semakin intensif seiring semakin dekatnya Hari Raya Idul Adha 1447 H yang diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026.
Baca Juga: Biaya Melaut Bengkak hingga Rp 2 Miliar, Nelayan Tegal Tak Bisa Berlayar
Diharapkan dengan vaksin ini, hewan kurban di Kabupaten Tegal dalam kondisi sehat dan memiliki imunitas yang kuat.
Kepala Bidang Peternakan Dinas KP Tan Kabupaten Tegal, Sugiyanto, menjelaskan bahwa alokasi 11.000 dosis vaksin ini diperuntukkan bagi sapi, kerbau, kambing, hingga domba.
Menurutnya, percepatan vaksinasi ini sudah digencarkan sejak Februari lalu.
Baca Juga: Harga Kebutuhan Pokok di Pemalang Masih Stabil
"Tahun ini kami targetkan 11.000 dosis vaksin disuntikkan. Untuk hewan ruminansia besar seperti sapi dan kerbau diberikan dosis 2 ml, sedangkan ruminansia kecil seperti kambing dan domba diberikan 1 ml," ujar Sugiyanto mewakili Plt Kepala Dinas KP Tan Endro Nor Susilo, Senin, 20 April 2026.
Meski sempat dilaporkan adanya satu kasus baru PMK di Kecamatan Kramat, Sugiyanto menegaskan situasi tetap terkendali.
Petugas medik veteriner telah melakukan karantina dan pengobatan intensif agar virus tidak menyebar ke kandang lainnya.
"Vaksinasi adalah kunci. Kami ingin menjamin hewan ternak yang beredar di masyarakat, terutama untuk kurban, benar-benar layak konsumsi dan bebas dari penyakit," imbuhnya didampingi drh Tutik Retnaningati, Medik Veteriner Muda Dinas KP Tan.
Selain vaksinasi, Dinas KP Tan juga menjadwalkan pemberian obat cacing massal pada 4 dan 5 Mei mendatang.
Masyarakat dan peternak pun diimbau untuk tetap menjaga sanitasi kandang dan membatasi mobilitas orang yang keluar-masuk area ternak guna memutus rantai penularan virus.
Sugiyanto menyarankan kepada masyarakat yang hendak menyurvei atau membeli hewan kurban, agar hanya mengunjungi maksimal satu lokasi ternak dalam sehari.
Artikel Terkait

UIN Walisongo - Pemkab Tegal Jalin Kerja Sama Peternakan Kambing Terpadu di Desa Danawarih

Update Gunung Slamet Terkini, 9 Kali Gempa Low Frequency

Tim Verifikasi Itjenad Tinjau Hasil Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Suradadi Tegal
