Penanganan Stunting, Gerakan GENTING Pemkab Tegal di Kudaile Sasar Keluarga Berisiko

Pemkab Tegal melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau GENTING merupakan gerakan kolaboratif untuk penanganan stunting kepada kelompok berisiko
SLAWI, puskapik.com – Pemerintah Kabupaten Tegal serius pada penanganan stunting lewat langkah konkret di lapangan.
Upaya percepatan itu penanganan stunting diwujudkan melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau GENTING.
Program GENTING merupakan sebuah gerakan kolaboratif yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Tegal bersama Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Tegal dan berbagai mitra kerja/pelaku usaha.
Baca Juga: KPK Turun ke Pemalang, Ingatkan Tata Kelola Pokir DPRD
Program tersebut difokuskan pada tiga kelompok sasaran prioritas yang dikenal dengan istilah 3B, yakni anak bawah dua tahun (Baduta), ibu hamil dan ibu menyusui.
Saat ini, Kelurahan Kudaile menjadi salah satu lokus pelaksanaan program GENTING dengan menyasar dua keluarga yang masuk dalam kategori berisiko stunting.
Bentuk dukungan yang diberikan berupa pemberian bantuan nutrisi secara rutin setiap hari selama 10 minggu penuh.
Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal Ruszaeni , menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada jajaran IPeKB Kabupaten Tegal.
Ruszaeni menilai, para penyuluh KB telah bergerak aktif dan sukses membangun kemitraan yang solid dengan berbagai pihak untuk menyukseskan Program GENTING.
Baca Juga: Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Batang Ziarah ke Makam Tokoh dan Tabur Bunga ke Laut
"Sinergi yang terjalin antara IPeKB Kabupaten Tegal dan para mitra kerja menjadi bukti nyata bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Ini membutuhkan keterlibatan, komitmen, dan kepedulian bersama dari seluruh elemen masyarakat," ujar Ruszaeni dalam keterangannya.
Pemantik Wilayah Lain
Diharapkan, keberhasilan intervensi gizi di Kelurahan Kudaile ini mampu menjadi pemantik bagi wilayah-wilayah lain.
Menurut Ruszaeni, dengan semakin banyaknya mitra kerja yang ikut tergerak menjadi orang tua asuh, jangkauan penerima manfaat gizi ini dipastikan akan semakin luas.
"Hal tersebut menjadi fondasi utama agar upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Tegal dapat berjalan optimal, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata dalam mencetak generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan bebas stunting,"katanya.***


