Satu Rumah di Padasari Tegal Tetap Berdiri Kokoh, Rumah Siapa?

Rumah saya jadi tempat singgah dan berjaga-jaga saat malam hari. Ini rumah yang masih berdiri kokoh," kata Kiai Mustofa
"Rumah saya jadi tempat singgah dan berjaga-jaga saat malam hari. Ini rumah yang masih berdiri kokoh," kata Kiai Mustofa dengan ciri khas kiai kampung.
Mengenakan sarung dan kopyah, Kiai Mustofa membuka rumahnyanya.
Di dalam rumah yang baru dibangun setahu silam, belum ada yang retak. Namun, jalan di depan dan samping rumah berwarna putih itu, sudah amblas.
Di dalam rumah itu, sudah kosong tanpa penghuni. Rumah Kiai Mustofa dihuni 7 orang, Kiai Mustofa dan istrinya, anak dan menantunya serta 3 orang cucu.
"Keluarga sudah diungsikan, tapi saya masih bolak-balik ke rumah untuk melihat kondisinya," terang Kiai Mustofa.
Dengan menyodorkan sepiring pisang dan air mineral, Kiai Mustofa mengisahkan tentang bencana tanah bergerak di Desa Padasari.
Ia menuturkan, Desa Padasari kerap dilanda tanah bergerak. Kiai Mustofa yang sebelumnya tinggal di Dukuh Padareka Desa Padasari, juga pernah mengalami bencana serupa di tahun 1982.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Batang Meroket, Lampaui Target Nasional, Tembus 8,52 Persen
Bencana pada saat itu, tidak terlalu berat dan rumahnya tidak terkena imbas bencana tanah bergerak tersebut.
Padahal, rumah lainnya mengalami retak-retak dan banyak juga yang ambruk.
Artikel Terkait

Olah Sampah Menjadi Energi Listrik, Pemkab Tegal Siapkan Lahan Seluas 8 Hektar di Margasari

Pemkab Tegal Siapkan Rp 2,36 Miliar Untuk Bangun Jalan di Kecamatan Kedungbanteng

Sambut Lebaran 2026, Pemkab dan Polres Tegal Siapkan Rekayasa Lalin serta Perbaikan Infrastruktur
