Tanah Bergerak di Padasari Tegal Makin Mengkhawatirkan, Ratusan Rumah dan Sekolah Rusak, Warga Mengungsi

Dampak tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara makin parah, ratusan rumah warga, fasilitas umum seperti jalan desa setempat, gedung sekolah rusak parah.
SLAWI, puskapik.com - Dampak tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara makin parah.
Ratusan rumah warga, fasilitas umum seperti jalan desa setempat, gedung sekolah rusak parah.
Terkini, kondisi jalan masuk desa Padasari terlihat patah, sementara rumah penduduk banyak yang rusak mulai lantai sampai ada atap yang roboh.
Baca Juga: Akses Warga Lumpuh, Jalan Utama Adisana Brebes Masih Terendam Banjir Sungai Keruh
Sebagaimana rekaman video dari Komunitas Suzuki Jip Indonesia (SJI) yang diterima puskapik.com terlihat kerusakan rumah-rumah warga sangat parah.
Wawan, dari komunitas SJI Tegal menyampaikan akibat tempat tinggalnya rusak parah, ratusan warga Padasari mengungsi ke tempat yang lebih aman hingga Rabu 4 Februari 2026.
"Saat ini kami berada di Desa Padasari yang mengalami musibah tanah bergerak, data sementara terdapat 104 rumah warga terdampak,"katanya.
Demi keselamatan warga Padasari, lanjut Wawan, banyak yang mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Baca Juga: Aktivitas Berangsur Normal, Pengungsi Banjir Bandang Pemalang Menurun
Sebagaimana diberitakan puskapik.com, Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal kembali diguncang tanah bergerak.
Tanah bergerak terjadi pada Senin, 2 Februari 2026 pukul 19.00 setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras sejak pukul 14.00.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal Muhammad Afifudin menyampaikan, hasil assesmen yang dilakukan, terdapat 460 warga terdampak dan sekitar 120 rumah yang mengalami keretakan maupun roboh.
Hasil assesmen dan koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal dan Tim Reaksi Cepat Penangulangan Bencana ( TRC- PB) dan unsur terkait , tanah bergerak masih terjadi hingga Selasa, 3 Februari 2026.
Dikhawatirkan, hal ini akan menambah parah kerusakan rumah dan bangunan di desa tersebut.
“Hal pertama yang kami lakukan adalah memastikan agar warga masyarakat tidak ada yang menjadai korban . Kami lakukan upaya pengungsian terhadap warga yang rumahnya tidak layak dihuni atau rumah yang rawan mengalami retak atau roboh, karena sampai saat ini pergerakan tanah masih terjadi,”terang Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana ( BPBD) Kabupaten Tegal Muhammad Afifudin, Selasa , 3 Februari 2026 sore.
Artikel Terkait

Pemkab Tegal Alokasikan Rp 8 M untuk Perbaikan Jalan Margasari - Jedug, Terbagi Tiga Spot

Mengulik Sejarah Banjaran Tegal, Jadi Simpul Strategis Jalur Pantura Masa Lalu

Polsek Jatinegara Tegal Ubah Pangkalan Ojek Jadi Pos Permanen yang Nyaman
