BPS Kabupaten Tegal Terjunkan 1.320 Petugas Sensus Ekonomi

Jumat, 12 Juni 2026 | 14.18
Asisten Administrasi Umum Muhammad Budi Eko Setiawan memakaikan rompi kepada dua orang petugas Sensus Ekonomi 2026 saat Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 di halaman belakang Setda Kabupaten Tegal, Jumat 12 Juni 2026.
Asisten Administrasi Umum Muhammad Budi Eko Setiawan memakaikan rompi kepada dua orang petugas Sensus Ekonomi 2026 saat Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 di halaman belakang Setda Kabupaten Tegal, Jumat 12 Juni 2026.

Pemkab Tegal dan BPS menggelar Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 sebagai tanda kesiapan pendataan 18 kecamatan guna mendukung pembangunan ekonomi berbasis data.

SLAWI, puskapik.com – Pemerintah Kabupaten Tegal bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi menggelar Apel Siaga Sensus Ekonomi (SE) 2026 di halaman belakang Setda Kabupaten Tegal, Jumat, 12 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi simbol kesiapan dan komitmen bersama untuk menyukseskan agenda strategis nasional yang akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi Indonesia, termasuk di Kabupaten Tegal.

Apel siaga dihadiri oleh jajaran Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), serta berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) dan pelaku usaha.

Baca Juga: Brebes Raih WTP Ketujuh, Bukti Jaga Kepercayaan Publik dalam Tata Kelola Keuangan

Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Tegal, Muhammad Budi Eko Setiawan, yang hadir membacakan sambutan tertulis Bupati Tegal, menegaskan bahwa apel ini bukan sekadar seremonial. Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 merupakan fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun di Kabupaten Tegal.

"Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah akan memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi dunia usaha mulai dari mikro, kecil, menengah, hingga skala besar. Data berkualitas ini sangat penting untuk mendukung visi Kabupaten Tegal yang Maju dan Tangguh," ujar Budi Eko.

Baca Juga: Gandeng KPK, Ahmad Luthfi Benahi Total Tata Kelola Tambang di Jateng

Pemerintah Kabupaten Tegal menyatakan dukungan penuh terhadap jalannya sensus di 18 kecamatan. Koordinasi telah dilakukan hingga tingkat kecamatan. Jika petugas BPS menemui kesulitan di lapangan dalam menghadapi masyarakat atau pelaku usaha, pemerintah daerah siap mengawal dan mendampingi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tegal, Bambang Wahyu Ponco Aji, menjelaskan bahwa pendataan sesungguhnya di lapangan akan dimulai pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 1.320 petugas dikerahkan, yang terdiri dari 1.169 petugas lapangan dan 151 pengawas. Mereka akan bergerak dari rumah ke rumah serta dari usaha ke usaha.

"Definisi sukses bagi kami adalah tidak ada yang terlewat, baik itu rumah, keluarga, maupun tempat usaha. Semua petugas akan mendatangi setiap titik agar cakupannya menyeluruh. Dari sisi kualitas, kami pastikan semua pertanyaan terjawab dengan benar tanpa ada yang dimanipulasi," kata Bambang.

Sebelumnya, BPS telah memulai pendataan untuk sektor usaha skala besar sejak 1 Mei 2026. BPS bekerja sama dengan OPD terkait untuk mengumpulkan para pelaku usaha besar agar dapat melakukan pengisian data bersama-sama.

Dukungan nyata Pemkab Tegal salah satunya diwujudkan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang telah menyerahkan data seluruh usaha berizin di Kabupaten Tegal.

Data tersebut nantinya akan dipadukan oleh petugas BPS di lapangan dengan realita yang ada, mengingat banyaknya usaha yang belum memiliki izin resmi atau yang baru muncul. Petugas akan memverifikasi langsung dinamika di lapangan, termasuk mendata usaha yang baru buka maupun menghapus data usaha yang sudah tutup.

Bupati Tegal melalui sambutannya juga berpesan kepada seluruh petugas sensus agar menjaga integritas, profesionalisme, kejujuran, dan ketelitian sebagai garda terdepan data negara. Di sisi lain, seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Tegal diimbau untuk menerima petugas dengan baik dan memberikan jawaban yang jujur demi kemajuan daerah.

Dalam apel tersebut diserahkan juga rompi Sensus Ekonomi 2026 kepada dua perwakilan. Sekaligus dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama oleh perwakilan tamu undangan. **

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait