Tingkatkan Layanan Jantung, 38 RSUD di Jateng Jalin Kerjasama, RSUD dr Soeselo Tegal Jadi Pelopor

Sebanyak 38 RSUD di Jateng menjalin kerja sama layanan kardiologi intervensi non-bedah. RSUD dr Soeselo Slawi menjadi pelopor peningkatan layanan jantung.
SLAWI, puskapik.com – Kabar baik bagi masyarakat Jawa Tengah. Sebanyak 38 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Jateng kini resmi menjalin kerja sama Proctorship Kardiologi Intervensi Non-Bedah.
Program ini menggandeng dua rumah sakit , yaitu RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Jakarta dan RSUP Dr. Kariadi Semarang.
RSUD dr. Soeselo Slawi didapuk menjadi pelopor gerakan ini. Acara peresmian dan penandatanganan kerja sama (PKS) dilakukan oleh para direktur RSUD se-Jateng di Auditorium RSUD dr. Soeselo Slawi, Jumat,12 Juni 2026.
Baca Juga: 100 Anak Terindikasi Stunting di Boja Kendal Jadi Sasaran Intervensi, Telur Dibagikan Setiap Hari
Hadir pula Wakil Bupati Tegal, Ahmad Kholid, beserta jajaran Dinas Kesehatan dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Darah (Sp.JP), dan dalam waktu dekat akan bertambah satu dokter lagi.
Tidak berhenti di layanan non-bedah, RSUD dr. Soeselo sudah memasang target besar untuk meningkatkan fasilitas kesehatannya agar bisa menjadi pusat rujukan utama di wilayahnya.
Baca Juga: Aktivitas Gunung Slamet Turun dan Radius Aman Pendaki 2 Km
"Harapannya tahun depan kami sudah bisa melakukan operasi bedah jantung terbuka (open heart). Jadi, pasien tidak perlu keluar kota dan kita bisa menjadi rujukan bagi daerah lain," tambah dr. Guntur.
Mayoritas pasien jantung yang ditangani berada di usia produktif, yaitu 40 hingga 50 tahun. Faktor risiko terbesar dipicu oleh penyakit penyerta seperti kencing manis (diabetes) dan hipertensi.
Karena sebagian besar adalah kasus darurat (emergency) yang fatal, pihak rumah sakit dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal mengimbau masyarakat untuk terus menggalakkan pola hidup sehat dan olahraga rutin.
Proctorship merupakan bagian dari program nasional. Perwakilan pengampu dari RSJPD Harapan Kita, dr. Muhadi, menjelaskan bahwa pihaknya mendapat amanah dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengampu lebih dari 514 RSUD di seluruh Indonesia.
Pendampingan agresif ini sudah berjalan sejak 2023 berkat bantuan dari Bank Dunia yang menyediakan fasilitas alat cath lab untuk pemerintah daerah.
"Pemerintah pusat memberikan alat medisnya, cathlab, sementara pemerintah daerah bertanggung jawab penuh atas penyediaan SDM, fasilitas ruangan, serta pengurusan kerja sama penjaminan dengan BPJS Kesehatan," pungkas dr. Muhadi, yang juga menjabat sebagai Direktur Medik dan Keperawatan RSJPD Harapan Kita. **


