100 Anak Terindikasi Stunting di Boja Kendal Jadi Sasaran Intervensi, Telur Dibagikan Setiap Hari

100 anak terindikasi stunting di Kecamatan Boja, Kendal mendapat program Satu Telur Sehari selama 3–6 bulan untuk mendukung perbaikan gizi dan tumbuh kembang.
KENDAL, puskapik.com – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Kendal terus dilakukan dengan berbagai cara.
Salah satunya melalui program pemberian telur setiap hari kepada 100 anak yang terindikasi stunting di Kecamatan Boja.
Anak-anak tersebut berasal dari empat desa, yakni Desa Boja, Bebengan, Campurejo, dan Krajan Meteseh.
Baca Juga: Aktivitas Gunung Slamet Turun dan Radius Aman Pendaki 2 Km
Mereka menjadi sasaran program Satu Telur Sehari yang dijalankan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kendal, Puskesmas Boja, kader posyandu, dan Alfamart.
Program ini tidak sekadar memberikan bantuan pangan, tetapi menjadi bagian dari intervensi gizi yang dilakukan secara berkelanjutan.
Selama tiga hingga enam bulan ke depan, para penerima manfaat akan mendapatkan tambahan protein hewani berupa satu butir telur setiap hari yang didistribusikan secara berkala melalui kader posyandu.
Baca Juga: Hati-hati, 5 Kebiasaan Ini Penyebab Komponen Mobil Cepat Rusak
Petugas Puskesmas Boja, Wiwik Dian Cahyani, mengatakan keberadaan 100 anak yang terindikasi stunting menjadi perhatian serius karena kondisi tersebut dapat memengaruhi tumbuh kembang anak apabila tidak segera ditangani.
"Selain mendapatkan telur, orang tua juga diberikan edukasi mengenai pola makan bergizi dan pola pengasuhan yang mendukung pertumbuhan anak. Jadi yang diperbaiki bukan hanya asupan gizinya, tetapi juga kebiasaan dalam keluarga," ujarnya.
Menurutnya, telur dipilih karena memiliki kandungan protein hewani yang tinggi dan mudah dijangkau masyarakat. Asupan protein yang cukup dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memperbaiki kondisi anak yang mengalami gangguan pertumbuhan.
Selama pelaksanaan program, petugas kesehatan dan kader posyandu akan melakukan pemantauan rutin terhadap perkembangan anak. Berat badan, tinggi badan, hingga kondisi kesehatan akan dicatat secara berkala untuk mengetahui dampak intervensi yang diberikan.
Masuknya Kabupaten Kendal dalam program nasional tersebut menjadi peluang untuk memperkuat percepatan penanganan stunting di tingkat desa. Pada 2026, Kendal menjadi salah satu dari 39 kabupaten/kota di Indonesia yang memperoleh program tersebut.
General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, mengatakan program Satu Telur Sehari dirancang untuk membantu anak-anak yang mengalami perlambatan pertumbuhan melalui intervensi sederhana namun efektif.


