Waspada El Nino 'Godzilla' 2026, Polres Tegal Antisipasi Karhutla

El Nino kuat 2026 berpotensi picu kemarau panjang dan karhutla, Polres Tegal siapkan langkah pencegahan dan penanganan bersama lintas pihak.
SLAWI, puskapik.com – Fenomena iklim ekstrem El Nino kategori kuat atau yang populer disebut "El Nino Godzilla" membayangi Indonesia pada tahun 2026.
Kondisi ini diprediksi memicu musim kemarau yang lebih panjang dan kering, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia.
Fenomena "El Nino Godzilla" menjadi perhatian serius semua pihak termasuk Polri.
Hal ini terungkap pada video converence kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2026 yang dilasanakan secara terpusat melalui zoom meeting di Ruang Tantya Sudhirajati Polres Tegal, Selasa, 14 April 2026.
Baca Juga: Dampak El Nino di Kota Tegal, Ular dan Biawak Masuk Permukiman
Dalam video conference disampaikan bahwa hingga awal April 2026, luas lahan terbakar telah mencapai 32.637 hektare, dengan jumlah hotspot sebanyak 1.601 titik.
Sebaran titik api terkonsentrasi di wilayah rawan seperti Riau, Kalimantan Barat, dan Aceh, yang memerlukan langkah antisipatif secara cepat dan terintegrasi.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh kebijakan Polri dalam penanganan karhutla melalui langkah preemtif, preventif, dan represif.
Kesiapan personel, optimalisasi sarana prasarana, serta penguatan sinergitas bersama TNI, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait menjadi fokus utama.
Baca Juga: Hadapi Musim Kemarau dan El Nino, Masyarakat Tegal Diminta Waspada Penyakit Diare dan ISPA
AKBP Bayu Prasatyo menegaskan, kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini dengan mengedepankan deteksi awal dan respons cepat sebagai kunci utama pengendalian karhutla.
“Fenomena El Nino dengan intensitas tinggi menjadi perhatian serius. Kami memastikan seluruh jajaran Polres Tegal siap melaksanakan langkah strategis baik dalam pencegahan, penanganan di lapangan, maupun penegakan hukum secara tegas dan berkeadilan,” tegasnya.
Selain itu, pendekatan humanis terus dikedepankan melalui edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, serta meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Artikel Terkait

32 Tim Ramaikan Turnamen Kapolres Tegal Cup IV, Perebutkan Hadiah Rp 150 Juta

Layanan SIM Hingga Gudang Senjata Api Polres Tegal Jadi Sasaran Tim Audit Tim Itwasda Polda Jateng

Bupati Tegal Tinjau Perbaikan Ruas Balamoa-Kemantran, Progres Capai 83%
