Akses TPA Bokong Semar Tegal Banjir Lumpur, Pengangkutan Sampah Terganggu

Akses ke TPA Bokong Semar Tegal banjir lumpur, truk dan motor sampah kesulitan melintas. DPRD desak percepatan perbaikan jalan 2026 demi keselamatan.
TEGAL, puskapik.com - Akses jalan menuju Tempat Pengolahan Akhir atau TPA Bokong Semar di Kelurahan Kaligangsa, Kecamatan Margadana, banjir lumpur akibat curah hujan tinggi sejak beberapa hari terakhir.
Kondisi itu menyulitkan para pekerja pengangkut sampah, baik sopir truk maupun motor roda tiga. Bahkan, satu motor roda tiga dikabarkan terguling saat melintasi akses tersebut.
“Pembangunan akses jalan tersebut pada tahun 2025 lalu telah dianggarkan sebesar Rp 1,5 miliar,” ucap Ketua Komisi III DPRD Kota Tegal, Sutari, Senin 23 Februari 2026.
Menurut Sutari, pembangunan dilakukan secara percepatan sebagai tindak lanjut arahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau KLHK, terkait larangan pengelolaan sampah dengan pola open dumping.
Baca Juga: Wanita Paruh Baya di Pekalongan Ditemukan Meninggal Saat Menyetrika, Diduga Tersengat Listrik
“Karena ada larangan open dumping, maka kita harus mempercepat penggunaan TPA Bokong Semar yang menerapkan sistem sanitary landfill. Seiring dengan penganggaran 2025, akses jalan menuju TPA harus sudah tersambung,” ujar Sutari.
Namun, Sutari mengakui kondisi jalan saat ini belum sempurna. Saat musim hujan, permukaan jalan menjadi bergelombang, berlubang, dan berlumpur karena struktur tanahnya masih berupa tanah liat yang dilalui truk bermuatan 6-8 ton.
Menurut Sutari, beban mobilitas kendaraan cukup tinggi. Dengan volume sampah yang masuk ke TPA sekitar 120 ton per hari dan setiap kendaraan mengangkut 6-8 ton, maka frekuensi kendaraan yang keluar-masuk sangat intens.
“Bisa dibayangkan berapa kali mobilitas kendaraan bolak-balik setiap hari. Dengan kondisi badan jalan yang masih tanah liat, tentu akan cepat rusak. Sekarang bukan hanya becek, tetapi juga berair dan berlumpur, sehingga membahayakan truk maupun motor roda tiga pengangkut sampah dari TPST ke TPA,” tegas Sutari.
Untuk tahun anggaran 2026, perbaikan dan penguatan akses jalan tersebut telah dialokasikan sekitar Rp 875 juta.


