Bahasa Tegal Buka Upacara HUT ke-446, Dedy Yon Ajak Warga Tangguh Hadapi Zaman

Upacara HUT ke-446 Kota Tegal nganggo Basa Tegal, Dedy Yon ngajak warga dadi tangguh, ulet, lan ora gampang ngangluh ngadepi tantangan jaman saiki.
TEGAL, puskapik.com - Komando “ngadek jejeg grak” menggema di Jalan Pancasila, Minggu pagi 12 April 2026, menandai dimulainya upacara peringatan Hari Jadi ke-446 Kota Tegal.
Nuansa lokal terasa kental, saat seluruh rangkaian upacara tetap menggunakan Bahasa Tegal sebagai bahasa resmi.
Tradisi ini bukan hal baru. Penggunaan Bahasa Tegal dalam upacara hari jadi telah menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal yang terus dijaga Pemerintah Kota Tegal sejak dua dekade terakhir.
Baca Juga: 5 Tahun Tertatih-Tatih, Akhirnya Bupati Tegal H Ischak Wisuda S2 di UPS Tegal
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, dalam amanatnya menekankan bahwa usia Kota Tegal yang semakin matang harus diiringi dengan ketangguhan menghadapi berbagai tantangan zaman.
"Umur kota sing wis tuwa, kudune tambah tata, kudu tangguh pantang ngangluh," ujar Dedy dalam Bahasa Tegal di hadapan peserta upacara.
Menurut Dedy, tantangan ke depan tidak ringan. Namun, karakter masyarakat Tegal yang dikenal ulet, trengginas dan pantang menyerah menjadi modal penting dalam menghadapi dinamika tersebut.
Baca Juga: Tegal Tangguh di Tengah Tekanan Ekonomi dan Efisiensi Anggaran
Dedy juga mengingatkan agar pemerintah dan masyarakat tidak mudah mengeluh dalam menghadapi kondisi yang ada.
"Pemerintah karo masyarakate aja sering ngangluh, ngresula ngadepi tantangan zaman saiki," tegas Dedy.
Lebih lanjut, Dedy menyebut kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah telah berjalan lebih dari satu tahun.
Ke depan, Dedy menargetkan program pembangunan dapat berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Mulai dari pengentasan kemiskinan, pembukaan lapangan kerja hingga menciptakan iklim usaha yang kondusif menjadi fokus utama pemerintahannya.
Selain itu, Pemkot Tegal juga mendorong sektor pariwisata agar semakin berkembang, dengan harapan mampu menarik lebih banyak kunjungan dari luar daerah.
"Ngilangna warga mlarat, gawe bunggah rayat, jembarna lapangan gawean, iklim usaha bisa enak," ucap Dedy.



