Bulog Tegal Genjot Distribusi Minyakita, Antisipasi Lonjakan Kebutuhan

Bulog Tegal mempercepat distribusi Minyakita. Hingga 25 Mei 2026, penyaluran mencapai 2 juta liter untuk menjaga stok dan stabilitas harga di pasar.
TEGAL, puskapik.com - Perum Bulog Kantor Cabang Tegal, mempercepat distribusi minyak goreng rakyat Minyakita, guna menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat di wilayah Pantura Barat, Jawa Tengah.
Hingga 25 Mei 2026, realisasi penyaluran telah menembus 2.053.388 liter dan tersebar di tujuh kabupaten kota wilayah kerja Bulog Cabang Tegal.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mengantisipasi peningkatan konsumsi masyarakat, sekaligus memastikan minyak goreng tetap tersedia dengan harga terjangkau di pasaran.
Baca Juga: Masjid Agung Kota Tegal Sembelih 8 Sapi dan 28 Kambing, Salurkan 2.500 Paket Daging
Tak hanya melalui pasar umum, distribusi juga dilakukan melalui berbagai kanal seperti jaringan Rumah Pangan Kita, pemantauan pasar dalam skema SP2KP hingga pelaksanaan Gerakan Pangan Murah bersama pemerintah daerah.
Pemimpin Bulog Kantir Cabang Tegal, Agung Rochman, menyebut pihaknya mengatur penyaluran secara bertahap dan terukur agar distribusi tepat sasaran.
"Fokus kami memastikan masyarakat mudah mendapatkan Minyakita dengan harga sesuai ketentuan serta menjaga ketersediaan di pasar tetap aman," jelas Agung, Selasa 26 Mei 2026.
Selain distribusi komersial, Bulog Kancab Tegal juga menyalurkan bantuan pangan pemerintah.
Baca Juga: Keren! PTMSI Brebes Sabet Medali Emas di Kejurprov Jateng
Hingga saat ini, bantuan yang telah tersalurkan meliputi 11.499 ton beras dan sekitar 2,2 juta liter Minyakita kepada 500 ribu Penerima Bantuan Pangan atau PBP.
Dari sisi capaian, realisasi tersebut telah mencapai 53 persen dari target total 1 juta PBP di wilayah kerja Bulog Tegal.
Bulog memastikan, akan terus melakukan pemantauan intensif di lapangan dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan lainnya.
"Kami akan pantau terus di lapangan, sehingga pasar tetap kondusif jika terjadi peningkatan kebutuhan," ucap Agung. **


