CBP BI Tegal Perkuat Peran Ibu PKK Jaga Rupiah

Rabu, 20 Mei 2026 | 12.45
Salah satu kader PKK Kota Tegal, memanfaatkan alat yang diberikan Bank Indonesia, untuk melihat keaslian uang, di sela acara ToT CBP, Rabu 20 Mei 2026.
Salah satu kader PKK Kota Tegal, memanfaatkan alat yang diberikan Bank Indonesia, untuk melihat keaslian uang, di sela acara ToT CBP, Rabu 20 Mei 2026.

BI Tegal dan PKK Kota Tegal memperkuat literasi keuangan digital lewat pelatihan CBP Rupiah agar ibu-ibu lebih bijak mengelola ekonomi keluarga.

TEGAL, puskapik.com - Kalau ada yang bisa menjaga dapur tetap ngebul, dompet tetap aman, sekaligus jadi 'filter' pertama dari godaan belanja online, mungkin jawabannya adalah ibu-ibu.

Di Kota Tegal, peran itu kini diperkuat lagi. Puluhan kader PKK mengikuti Training of Trainers atau ToT Cinta, Bangga, Paham atau CBP Rupiah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Rabu 20 Mei 2026, di Premiere Hotel.

Bukan sekadar pelatihan biasa, kegiatan ini menyasar satu hal penting, dengan menjadikan ibu-ibu sebagai garda depan literasi keuangan di era digital.

Baca Juga: Motor Milik Relawan SPPG Adisana 2 Bumiayu Digasak Maling, Terekam CCTV

Di tengah derasnya arus transaksi non tunai, dari QRIS sampai belanja marketplace, ibu-ibu justru menjadi kelompok yang paling sering bersentuhan langsung dengan keputusan ekonomi keluarga.

Mulai dari belanja harian, kebutuhan anak dan suami, hingga urusan checkout yang kadang tak terencana.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tegal, Gadis Sephi, menyebut posisi ini sangat strategis.

Baca Juga: Gubernur Luthfi: Harkitnas Momentum Jaga Generasi Muda di Era Digital

"PKK tidak hanya soal pemberdayaan keluarga, tapi juga membangun masyarakat yang cerdas dan bijak dalam mengelola ekonomi," ujar Gadis.

Menurut Gadis, di era digital seperti sekarang, kemampuan memilah transaksi menjadi kebutuhan penting.

Bukan hanya soal bisa bayar, tapi juga tahu mana yang perlu dan mana yang sekadar keinginan.

Melalui gerakan CBP Rupiah, para kader diajak memahami hal mendasar, mulai dari merawat uang, mengenali keasliannya hingga menggunakan Rupiah secara bijak.

Di sisi lain, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, justru menyoroti fenomena yang dekat dengan keseharian.

Scroll media sosial, lihat barang lucu, harga terlihat murah, lalu klik beli.

"Kadang bukan karena harga naik, tapi karena kita tidak menjaga ekspektasi. Akhirnya belanja bukan karena butuh," jelas Bimala.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait