Pentas Topeng-topeng Jadi Ruang Refleksi di Kampung Seni Tegal

Selasa, 9 Juni 2026 | 19.00
Monolog Topeng-topeng dipentaskan Teater Ruang Hening asal Semarang, di Kampung Seni Tegal, Sabtu malam, 6 Juni 2026. Foto : istimewa
Monolog Topeng-topeng dipentaskan Teater Ruang Hening asal Semarang, di Kampung Seni Tegal, Sabtu malam, 6 Juni 2026. Foto : istimewa

Teater Ruang Hening mementaskan monolog Topeng-topeng di Kampung Seni Tegal. Pentas dan workshop jadi ruang refleksi, edukasi, serta silaturahmi seniman.

TEGAL, puskapik.com - Teater Ruang Hening asal Semarang, sukses mementaskan monolog berjudul Topeng-topeng karya Rachman Sabur di Kampung Seni Tegal, Sabtu malam, 6 Juni 2026.

Pementasan ini menjadi bagian dari rangkaian tur keliling yang juga menyasar Bojonegoro dan Kudus.

Tak hanya pertunjukan, rombongan teater tersebut juga menggelar Workshop Boneka bersama Boneka Nusantara serta workshop keaktoran yang diikuti anak-anak Kampung Seni Tegal dan kelompok teater pelajar dari Tegal, Slawi hingga Brebes pada Jumat 5 Juni 2026.

Baca Juga: Tok, Pemalang Siapkan Rp 60 Miliar untuk Biayai Pilkada 2029

Dalam pementasan monolog, seorang aktor tunggal memerankan dua karakter, yakni Waska dan Semar, yang saling berdialog.

Pertunjukan ini mengajak penonton merefleksikan kejujuran terhadap identitas diri, sekaligus mengkritik topeng-topeng sosial yang kerap digunakan untuk menutupi realitas batin manusia.

Sutradara Prawoto Susilo mengatakan, pentas tersebut merupakan bagian dari upaya membaca peta pertunjukan di sejumlah daerah sekaligus mempererat jejaring antarseniman.

Baca Juga: DPMPTSP Catat Pertumbuhan Positif UMKM di Pemalang

"Pementasan ini dalam rangka silaturahmi dan pentas keliling. Kami juga menghadirkan workshop boneka dan keaktoran. Ini menjadi batu loncatan untuk membaca peta pementasan di Bojonegoro, Tegal dan Kudus," ujar Prawoto.

Prawoto berharap, Teater Ruang Hening bersama Rumah Boneka, dapat menembus panggung internasional serta memperluas jangkauan karya mereka.

"Semoga pertemanan dengan seniman Tegal terus terjalin dan saling mendukung," ucap Prawoto.

Sementara itu, Ketua Kampung Seni Tegal Seful Mu'min, mengapresiasi kegiatan tersebut.

Seful menyebut, antusiasme peserta cukup tinggi, baik dalam workshop boneka maupun keaktoran.

"Workshop boneka diikuti sekitar 10 peserta, sementara workshop keaktoran diikuti 50 peserta dari teater sekolah di Tegal, Kabupaten Tegal dan Brebes," kata Seful.

Usai pementasan, penonton juga diajak berdiskusi bersama aktor Dadan, sutradara Prawoto serta tim artistik untuk membedah makna pertunjukan yang sarat kritik sosial tersebut. **

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait