Dedy Yon Berharap Giant Sea Wall Lindungi Pesisir Tegal, Ini Alasannya

Selasa, 5 Mei 2026 | 12.20
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, saat menghadiri Kick Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu di Jakarta, Senin 4 Mei 2026. Foto : istimewa
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, saat menghadiri Kick Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu di Jakarta, Senin 4 Mei 2026. Foto : istimewa

Pemerintah percepat proyek Giant Sea Wall di Pantura Jawa untuk atasi abrasi, rob, dan penurunan tanah, lindungi ekonomi serta jutaan warga pesisir.

TEGAL, puskapik.com - Pemerintah pusat mulai mempercepat realisasi proyek Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa di sepanjang Pantai Utara Jawa, termasuk wilayah Jawa Tengah, sebagai langkah strategis menghadapi ancaman abrasi, banjir rob hingga penurunan muka tanah.

Hal itu mengemuka dalam Kick Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu, yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, di Jakarta, Senin 4 Mei 2026.

Dalam paparannya, AHY menegaskan proyek tanggul laut raksasa menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, karena dinilai mendesak untuk melindungi kawasan pesisir yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

Baca Juga: Rektor Harkat Negeri, Sudirman Said : Wisuda Bukan Akhir Tapi Awal Pengabdian

"Tanpa intervensi besar seperti Giant Sea Wall, dampaknya bukan hanya lingkungan, tapi juga bisa mengganggu aktivitas ekonomi hingga membahayakan keselamatan masyarakat," ujar AHY.

Proyek ini direncanakan membentang sepanjang sekitar 575 kilometer dari Banten hingga Jawa Timur, melintasi lima provinsi, termasuk Jawa Tengah yang memiliki sejumlah wilayah pesisir rawan terdampak.

Selain itu, pemerintah mencatat sekitar 17 juta penduduk yang tinggal di kawasan Pantura berpotensi terdampak langsung jika tidak ada perlindungan terpadu.

Baca Juga: Hebat, Pemuda Tegal Tampil di Konferensi Hacker Internasional, Avan Paparkan Proyek Inovatif Pretexta

Padahal, kawasan ini menyumbang sekitar 27,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto atau PDB nasional.

Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa atau BOPPJ, Didit Herdiawan Ashaf, menjelaskan pembangunan GSW tidak dilakukan sekaligus, melainkan dibagi menjadi 15 segmen agar pengerjaannya bisa dilakukan secara paralel.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait