Empat Pemuda Terjun ke Sungai Ketiwon Tegal Saat Razia Judi Sabung Ayam, Ini Penjelasan Polisi

Polres Tegal Kota ungkap penggerebekan sabung ayam di Sungai Ketiwon. Satu diamankan, empat pemuda terjun ke sungai, satu ditemukan meninggal.
TEGAL, puskapik.com - Kepolisian Resor Tegal Kota angkat bicara terkait penggerebekan judi sabung ayam yang diduga menjadi awal peristiwa empat pemuda terjun ke Sungai Ketiwon, Minggu 1 Maret 2026.
Kasat Reskrim Polres Tegal Kota, AKP Husen Asnawi, membenarkan pihaknya melakukan penggerebekan di lokasi tersebut.
Husen menyebut operasi itu dilakukan berdasarkan informasi masyarakat yang telah diterima sejak sepekan sebelumnya.
Baca Juga: Empat Pemuda Diduga Hanyut di Sungai Ketiwon Saat Hindari Razia Sabung Ayam
“Informasi itu sebenarnya sudah dari minggu sebelumnya. Tapi karena kami butuh penguatan yang cukup, maka bisa dilaksanakan minggu kemarin,” kata Husen, Senin 2 Maret 2026.
Menurut Husen, sebelum pelaksanaan, tim telah melakukan konsolidasi untuk membagi peran masing-masing personel di lapangan.
Namun, saat penggerebekan dilakukan, aktivitas sabung ayam disebut sudah tidak berlangsung.
“Pada saat pelaksanaannya, sebelum kita mendobrak lokasi itu, rekan-rekan yang menghadang di belakang sudah bubar. Jadi begitu kita masuk, tidak ada sama sekali kegiatan sabung ayam,” ujar Husen.
Baca Juga: Satu Korban Hanyut di Sungai Ketiwon Ditemukan Meninggal di Pantai Larangan
Husen menegaskan, petugas telah mengimbau agar tidak ada yang melarikan diri.
Husen juga menekankan kepada anggotanya untuk tidak melakukan tindakan berlebihan saat operasi berlangsung, mengingat kegiatan tersebut sebatas penertiban.
“Kami menekankan kepada rekan-rekan agar tidak melakukan tindakan berlebih. Tanpa ada paksaan dan sebagainya. Karena yang kita butuhkan hanya barang bukti, kita tidak butuh pengakuan,” jelas Husen.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan satu orang beserta seekor ayam. Sementara beberapa orang lainnya diketahui melarikan diri ke arah sungai.
“Tim melihat beberapa orang sudah melompat ke sungai dan ada beberapa yang sudah sampai di seberang. Jadi yang kita amankan satu orang sama seekor ayam, karena tidak jadi menyeberang,” ungkap Husen.
Husen menambahkan, lokasi yang digunakan diduga menyerupai rumah, namun di bagian belakang terdapat akses menuju sungai dengan jarak sekitar 200 meter dari bangunan utama.



