Fakta di Balik Sungai Tegal, Sungai Watch Temukan Hal yang Jarang Ada

Sungai Watch temukan pengelolaan sampah sungai di Tegal lebih tertata, dengan trash barrier dan pembersihan rutin, jadi contoh daerah lain.
TEGAL, puskapik.com - Tim kebersihan Pemerintah Kota Tegal turun langsung membersihkan sampah di aliran Saluran Lemah Duwur, Kelurahan Sumurpanggang, Minggu 10 Mei 2026, bersama Yayasan Sungai Watch Indonesia.
Aksi ini menjadi bagian dari rangkaian program Run For Rivers 2026 yang menyasar wilayah pesisir utara Jawa.
Program tersebut melintasi sejumlah daerah, mulai dari Cepu, Grobogan, Purwodadi, Semarang, Kendal, Pekalongan, Kota Tegal, hingga Brebes, dengan fokus pada penanganan sampah di aliran sungai.
Baca Juga: UIN Walisongo - Pemkab Tegal Jalin Kerja Sama Peternakan Kambing Terpadu di Desa Danawarih
Head of Operation Java Region Sungai Watch, Yudi Susanto, menilai kondisi pengelolaan sampah sungai di Kota Tegal relatif lebih tertata dibanding daerah lain yang telah mereka datangi.
Yudi mengungkapkan, pihaknya menemukan adanya pemasangan trash barrier yang berfungsi menahan sampah di aliran sungai, serta pengangkutan yang dilakukan secara rutin oleh pemerintah daerah.
"Kami baru menemui di Kota Tegal saja yang memasang trash barrier dan dibersihkan secara rutin. Ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain," ujar Yudi.
Baca Juga: Dari Bali ke Jakarta, Run For Rivers Singgah di Tegal Bersihkan Sungai
Plt Kepala DPUPR Kota Tegal, Heru Prasetya mengatakan, Sungai Lemah Duwur dipilih oleh Sungai Watch karena masuk dalam kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam program river cleanup. Meski begitu, Pemkot tetap terlibat aktif dalam kegiatan tersebut.
"Kami tetap menerjunkan tim kebersihan, meskipun aliran ini merupakan kewenangan provinsi. Ini bentuk kolaborasi dalam penanganan sampah sungai," kata Heru.
Heru menambahkan, tim kebersihan yang diterjunkan berasal dari Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air atau PSDA DPUPR, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup serta aparat kecamatan dan kelurahan setempat.
Kepala Bidang PSDA DPUPR Kota Tegal, Emi Muti’ah Hidayati, menjelaskan kegiatan pembersihan sungai sejatinya telah dilakukan rutin setiap hari oleh lima regu yang menyasar saluran sekunder dan tersier di wilayah kota.
"Setiap hari kami mobile membersihkan sungai. Namun memang, ada beberapa titik yang baru dibersihkan, dua hari kemudian sampahnya sudah menumpuk lagi," ujar Emi.
Plt Kepala DLH Kota Tegal, Yuli Prasetiya menambahkan, kegiatan bersih sungai kali ini menyasar aliran yang melintasi Kelurahan Pesurungan Kidul, Kecamatan Tegal Barat dan Kelurahan Sumurpanggang, Kecamatan Margadana.
Yuli menegaskan, upaya tersebut sejalan dengan target Zero Waste 2029, di mana salah satu indikator utamanya adalah tidak tercemarnya badan air oleh sampah, terutama plastik.


